2 Tottenham V Bayern 7-Malam Kelam Spurs

Kamis 03-10-2019,15:00 WIB

GOL: Pemain Bayern Munchen, Serge Gnabry saat menjebol gawang Tottenham dalam matchday kedua Grup B Liga Champions.ISTIMEWA LONDON - Bayern Munchen melibas Tottenham Hotspur dengan skor 7-2 di matchday kedua Grup B Liga Champions. Sebuah malam kelam bagi Spurs yang Juni lalu tampil di partai final. Serge Gnabry yang ditendang Arsenal dari London Utara 2016 silam menjadi mimpi buruk Spurs di Tottenham Hotspur Stadium, kemarin. Penyerang 24 tahun itu mencetak quattrick yang menjadikan dirinya sebagai pemain kedua Jerman yang melesakkan empat gol di Liga Champions. Tiga gol Die Roten lainnya dilesakkan Robert Lewandowski (2 gol) dan Joshua Kimmich. Sedangkan dua gol hiburan tuan rumah disumbangkan Heung-min Son dan Harry Kane dari titik penalti. Meski peluang lolos ke fase knockout belum tertutup, pembantaian ini sangat memalukan bagi The Lilywhite yang kini menjadi juru kunci Grup B. Itu karena Spurs menjadi tim Inggris pertama yang kebobolan tujuh gol di pertandingan Eropa sejak mereka kalah 8-0 dari Cologne di Piala Intertoto 1995. Selain itu, kebobolan tujuh gol dalam pertandingan kompetitif ini menjadi yang pertama bagi Spurs sejak Desember 1996. Saat itu, mereka dihajar 1-7 oleh Newcastle United di Premier League. Semua orang sangat kecewa. Tentu saja, itu memberi perasaan malu, kata bek Spurs, Toby Alderweireld di situs resmi UEFA. Pemain timnas Belgia itu menegaskan, mereka sudah melakukan semua upaya dan bekerja keras untuk memenangkan pertandingan. Hanya saja, sejumlah peluang emas tidak berhasil mereka konversi menjadi gol. Manajer Spurs, Pochettino, menyebut gol Lewandowski di akhir babak pertama menjadi awal malapetaka. "Kami bermain sangat baik selama 30 menit. Kami kompak, agresif dan menekan tinggi. Kami tidak beruntung," jelasnya. Seperti pemainnya, Poche tak bisa menutupi kekecewaan. Terlalu sulit untuk menerima hasil seperti ini. "Akan tetapi, ini adalah situasi yang harus Anda hadapi. Kami harus kuat dan terus maju, tetap bersama dan saling membantu," ujarnya di BT Sport. Pelatih Bayern Munchen, Niko Kovac, mengaku tak menyangka anak asuhnya bisa menang 7-2. Menurutnya, jalannya pertandingan sejak awal sama sekali tidak mencerminkan skor akhir. Kovac menyebut penampilan gemilang kiper Manuel Neuer menjadi kunci kemenangan fantastis ini. "Itu tidak terlihat seperti (pertandingan akan berakhir) 7-2 setelah 30 menit. Kami memiliki masalah di belakang dan Neuer membuat kami tetap dalam permainan dengan penyelamatan kelas. Setelah itu, kami jauh lebih baik," kata Kovac saat berbicara kepada Sky Sport. Gnabry yang kini memimpin daftar top skor menegaskan bahwa pesta gol ke gawang Spurs menjadi bukti mereka bisa menjadi penantang gelar musim ini. "Saya pikir (tim lain) tahu kami tidak akan berhenti. Setelah 3-1 atau 4-2 kami bisa berhenti, tetapi kami menginginkan lebih," ujarnya. Terkait quattrick-nya, winger 24 tahun itu mengaku sangat bahagia. "Saya pikir terakhir kali saya mencetak empat gol adalah ketika saya masih kecil. Tidak seorang pun di antara kita akan membayangkan ini," kata Gnabry. (amr)

Tags :
Kategori :

Terkait