AMSTERDAM - Sepakbola tak melulu bicara tentang keindahan lapangan hijau. Kisah tragis juga tercipta di tengahnya. Insiden pembunuhan kepada pemain sepakbola kembali terjadi. Kali ini menimpa mantan bek Klub League One Burton Albion, Kelvin Maynard. Mantan palang pintu Royal Anterwep itu ditemukan bersimbah darah di Pusat Kota Amsterdam, Belanda, Kamis (19/9) dini hari WIB.
Dari keterangan otoritas setempat, pria yang kini pemain Alphense Boys, Belanda itu ditembak di dalam mobilnya. Polisi tengah memburu doa orang yang dicurigai sebagai tersangka. Dari keterangan saksi, kedua tersangka melarikan diri dengan skuter hitam.
Sebelum tewas, Maynard sempat mendapat pertolongan dari petugas damkar setempat. Sayang, nyawa pemain berdarah Belanda-Suriname itu tak tertolong karena kehabisan darah. Hingga kini, polisi masih menyimpulkan kejadian ini bermotif perampokan.
"Semua orang di Burton Albion sedih mengetahui kematian tragis mantan pemain kami Kelvin Maynard," ungkap rilis Burton Albion. "Simpati kami kepada semua keluarga dan teman-temannya pada saat yang sulit ini," tambah mereka.
Maynard bergabung dengan Burton, November 2014. Ia direkrut setelah klub Kota Staffordshire itu menunjuk eks striker Chelsea Jimmy Floyd Hasselbaink sebagai manajer.
Dikutip BBC, Maynard mengucapkan, bermain di Liga Inggris adalah mimpinya. Sayang, performanya pasang surut. Ia hanya tampil sembilan kali selama semusim akibat cedera berkepanjangan.
Ia juga membawa Burton meraih promosi ke League One musim 2014-15. Pada Januari 2017, Maynard kembali ke negara asalnya dan bergabung dengan klub semi profesional Belanda, Spakenburg.
Ya, menjadi seorang pesepakbola atau mantan pesepakbola bukan berarti jauh dari masalah. Mereka kerap menjadi sasaran empuk bagi kelompok kriminal dan mafia, karena sering menjadi korban pemerasan maupun perampokan (selengkapnya lihat infografis). (fin/tgr)