Warga Tangkap Ikan dengan "Nyamber"

Rabu 03-07-2019,09:30 WIB

KEBUMEN - Untuk mendukung kelestarian ekosistem sungai Telomoyo warga Desa Sekarteja Kecamatan Adimulyo budayakan tangkap ikan dengan cara "Nyamber". Istilah menangkap ikan dengan jaring mengisir sungai. Warga Desa Sekarteja Kecamatan Adimulyo mempunyai cara unik tersendir untuk menangkap ikan. Mereka menyebutnua dengan istilah "Nyamber" yakni memangkap ikan menggunakan sebuah seser berbentuk lonjong dari bambu yang memiliki jaring panjang. Cara mengkap ikan ini dilakukan dengan bergerombol atau berkelompok. "Oramg sini menyebutnya "Nyamber" mas," kata Oji prasetya (39) warga Sekarteja Kecamatan Adimulyo sembari meletakan sesernya ke dasar sungai. Cara penangkapan ikan dengan sistem tradisional unik ini cukup ampun untuk mendapatkan ikan pasalnya dalam setengah hari mereka bisa mendapatkan ikan air tawar 3 hingga 5 kg. Dengan jaring yang sedikit longgar hanya ikan berukuran terkecil satu jari saja yang bisa tersangkut seser mereka. "Jaring harus longgar, jika terlalu sempit selain berat dibawanya juga sulit mengangkat saat iklan masuk," kata Oji, Selasa (2/7). Tak hanya itu para penyamber ikan itu mereka harus berjalan menyisir sungai berkilo-kilo meter untuk mencari ikan. Meski terlihat sedikit kedinginan dikarenakan saat memasang seser tersebut seluruh badan basah kuyup mencelupkan diri ke air bahkan hanya terlihat kepalanya saja. Tak hanya itu ikan yang yang didapat para penyamber itu merupakan ikan jenis air tawar seperti, ikan Wader, Bayong, Lele, ikan Mujair, dan sejumlah ikan lainnya. Untuk mendapatkan ikan mereka secara kompak menyusun formasi memasang seser di kanan dan kiri. Masing - masing orang membawa dua seser ditangannya. "Jika hasil penangkapan banyak ya lumayan kadang dijual sama tetangga tapi seringnya buat lauk sendiri," ungkapnya. Aryo (35) warga desa yang sama yang masih satu gerombolan penyamber ikan, mengungkapkan menurutnya ikan disungai akan banyak tatkala masyarakat tidak menangkap dengan sistem setrum dan obat. Ia mengatakan dengan menangkap ikan dengan cara "nyamber" mereka mendukung pemerintah untuk menjaga kelestarian ekosistem sungai dengan menjaga penangkapan ikan dengan cara tradisional. "Ikan akan berkembang banyak kalau nggak disetrum sama diracun, terkadang masih ada orang yang menangkap dengan racun yang mematikan bibit ikan kecil," kata Aryo. Masih kata Aryo, selain keluhan penangkapan ikan dengan obat dan setrum ia merasa prihatin dengan para warga masyarakat disepanjang aliran sungai Telomoyo yang membuang sampah ke sungai. Sampah - sampah itu disebutkannya merupakan sampah plastik dan kotoran bayi yang susah diurai. Tak segan melihat sampah itu mereka sempat untuk menepikan. "Kadang miris mas, banyak sampah pempers, pembalut, plastik dibuang ke sungai, kalau melihat sampah kadang saya pinggirkan agar tidak menghambat aliran sungai," ungkapnya. Sementara itu, Aryo dan Oji serta beberapa rekan lainnya mereka berharap dan mengajak masyarakat untuk berbudaya melastarikan lingkungan sungai dengan cara menangkap ikan tidak menggunakan obat serta tidak membuang sampah ke sungai. (Fur)

Tags :
Kategori :

Terkait