Jalan Lingkar Patikraja Banyumas Tunggu Dana Pusat
Kondisi tanah Pemkab Banyumas di Notog yang direncanakan sebagai akses masuk Jalan Lingkar Patikraja dari arah Rawalo, Senin (19/1). Sudah dipadatkan, sampai awal tahun ini belum ada kejelasan pembangunan jalan lingkar tersebut.-YUDHA IMAN/RADARMAS-
PURWOKERTO, RADARBANYUMAS.CO.ID – Pembangunan Jalan Lingkar Patikraja yang dirancang untuk memecah kepadatan lalu lintas di Simpang Tiga Pasar Patikraja hingga kini belum menunjukkan kejelasan. Meski pemadatan akses masuk telah dilakukan Pemerintah Kabupaten Banyumas tahun lalu.
Pantauan Radarmas, Senin (19/1), lahan milik Pemkab Banyumas yang direncanakan sebagai akses masuk Jalan Lingkar Patikraja dari arah Rawalo di Desa Notog tampak mulai ditumbuhi rumput pasca pemadatan. Jika terlalu lama tak tersentuh pembangunan lanjutan, lahan tersebut berpotensi dipenuhi semak belukar.
Kepala Seksi Ekonomi dan Pembangunan Kecamatan Patikraja, Wahyu Rianto, mengatakan pihaknya terus mendorong realisasi pembangunan Jalan Lingkar Patikraja mengingat manfaatnya yang besar untuk mengurai kemacetan di Simpang Tiga Pasar Patikraja. Namun, hingga awal tahun ini, belum ada kejelasan pendanaan dari pemerintah pusat.
“Kalau dari kabupaten yang membangun berikut jembatannya, belum mampu,” kata Wahyu saat ditemui Radarmas.
BACA JUGA:Pemuda Patikraja Dijebak Modus Narkoba, Tujuh Pemeras Berkedok Polisi Diringkus
Ia menjelaskan, pemadatan akses jalan masuk Jalan Lingkar Patikraja sebelum jembatan dari arah Rawalo bersifat sebagai stimulus untuk menarik pendanaan dari pusat. Dengan anggaran sekitar Rp 900 juta dari APBD tahun lalu, dilakukan pemadatan tanah milik Pemkab Banyumas dengan metode penimbunan di area seluas kurang lebih 30 meter x 100 meter.
“Yang dipadatkan baru di wilayah Notog. Yang tembus ke Kedungrandu belum,” terangnya.
Wahyu juga menyinggung dampak pemasangan lampu lalu lintas sebelum jembatan dan sebelum simpang tiga arah Mandiracan, Kebasen. Menurutnya, pengaturan lalu lintas tersebut belum memberikan dampak signifikan dalam mengurai kemacetan.
“Antrean kendaraan dari arah Rawalo pada jam-jam sibuk masih mengular sampai simpang tiga Notog,” ujarnya.
BACA JUGA:Jalan Adimulyo - Puring Kebumen Selesai, Warga Gelar Syukuran
Ia menegaskan, jalur Jalan Lingkar Patikraja nantinya tidak keluar di Desa Patikraja, melainkan di wilayah Kedungrandu. Oleh karena itu, realisasi pembangunan jalan lingkar dinilai menjadi solusi paling efektif untuk mengurangi kepadatan arus kendaraan di kawasan tersebut.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
