Jembatan Merawu Dianggarkan Rp 6 M

Selasa 25-07-2017,10:37 WIB

BANJARNEGARA - Ambrolnya Jembatan Merawu yang menghubungkan Desa Giritirta dengan Desa Penusupan Kecamatan Pejawaran, dikeluhkan warga. Sebab sejak ambrol tiga bulan lalu, belum diperbaiki. Bupati Banjarnegara, Budhi Sarwono mengatakan akan segera menganggarkan jembatan sekaligus jalan penghubung antar desa tersebut. "Diprogramkan tahun 2018. Kalau bisa lebih cepat, kami anggarkan pada APBD Perubahan 2017," ungkapnya. Namun kemungkinan baru akan bisa direalisasikan pada APBD Murni tahun depan. MENUNGGU : Warga Desa Giritirta dan Penusupan masih harus menunggu perbaikan Jembatan Merawu yang baru akan dianggarkan tahun depan. Sebab Kebijakan Umum Anggaran Prioritras Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) untuk menentukan APBD Perubahan 2017 sudah diketok. Padahal dana untuk perbaikan jembatan sekaligus jalan di ruas tersebut belum dianggarkan. "Sudah penetapan KUA PPAS, Kalau bisa perubahan sudah masuk. Kalau ngga, akan dimasukkan pada APBD Murni 2018. Harus segera dilaksanakan," tandasnya. Sebab jalan tersebut sangat penting untuk memperlancar transportasi warga. Budhi mengatakan, untuk memperbaiki ruas tersebut dibutuhkan anggaran sekitar Rp 6 miliar. Berbeda dengan jembatan lama yang menggunakan pilar di tengah, jembatan baru tidak menggunakan pilar di tengahnya. "Langsung bentang 16 meter, sehingga tidak tepengaruh pergerakan tanah maupun terjangan banjir saat air sungai meluap," jelasnya. Dia menambahkan, karena berada di daerah dengan tanah yang rawan bergerak, kontruksi pondasi harus dibangun lebih kuat. "Kita menggunakan beton yang didesain mampu menahan pergerakan tanah. Sedangkan untuk bentang jembatannya menggunakan kontruksi baja," imbuhnya. (drn/din)

Tags :
Kategori :

Terkait