Rambu Evakuasi Tsunami Masih Minim

Kamis 16-05-2019,15:00 WIB

RAMBU : Tim BPBD Kroya memasang rambu-rambu evakuasi di Desa Jetis. RAYKADIAH/RADARMAS CILACAP- Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kabupaten Cilacap memasang rambu jalur evakuasi tsunami di Desa Jetis Kecamatan Nusawungu, Rabu (15/5) kemarin. Delapan titik rambu jalur evakuasi, dipasang sebagai antisipasi jika sewaktu-waktu tsunami terjadi di Cilacap. Kepala UPT BPBD Kroya, Edi Purwanto mengatakan, pemasangan rambu-rambu tersebut merupakan bantuan dari BPBD Provinsi Jawa Tengah. Dia menjelaskan, wilayah Cilacap Timur memiliki tingkat rawan tsunami tinggi sehingga pemasangan jalur evakuasi sangat dibutuhkan. Kendati demikian, jumlah rambu-rambu evakuasi dinilai masih kurang. "Kita mendapat bantuan rambu-rambu dipasang sesuai kebutuhan. Yang dibutuhkan masih banyak, wilayah Selatan khususnya Cilacap Timur baru terpasang sekitar 100 rambu-rambu. Sedangkan kebutuhan hampir 300 rambu-rambu evakuasi," ungkapnya. Menurutnya, daerah merah atau daerah yang terpapar oleh tsunami setiap tempatnya harus terbagi jalur-jalur evakuasi. Dengan begitu, tidak akan terjadi penumpukan saat tsunami. "Gunanya jika evakuasi tidak terjadi penumpukan. Tadi pemasangan baru, sudah dipasang kita periksa dan cocokan seuai jalur evakuasi untuk di Desa Jetis," kata dia. Tahun ini, BPBD Cilacap telah menganggarkan 100 rambu-rambu evakuasi untuk dipasang di wilayah Kabupaten Cilacap, baik daerah rawan tsunami maupun tanah longsor. "Rambu-rambu evakuasi tentunya diprioritaskan ke daerah-daerah yang tingkat kerawanan bencananya tinggi. Seperti longsor itu Cilacap Barat resiko tinggi, jadi 100 rambu tersebut bakal dibagi di setiap wilayah di Cilacap" jelas Edi. Untuk wilayah Cilacap Timur baru ada pemasangan jalur evakuasi di Desa Widarapayung Kulon, Widarapayung Wetan, Desa Sidayu Kecamatan Binangun, Desa Gombolharjo, Desa Karangbenda Kecamatan Adipala dan Desa Jetis Kecamatan Nusawungu. "Masihnya masih banyak desa itu belum terpasang. Tapi yang lain bakal diupayakan sedikit demi sedikit baik dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) kabupaten maupun provinsi," pungkasnya. (ray/din)

Tags :
Kategori :

Terkait