PURBALINGGA - Kurang dari sepekan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1438 H, Polres Purbalingga melakukan pemusnahan barang bukti minuman keras (miras). Sebanyak 3.218 botol miras, 55 liter ciu, dan 239 liter tuak dimusnahkan di alun-alun Purbalingga, Senin (19/6).
DIMUSNAHKAN : Ribuan botol miras hasil operasi hingga awal ramadan dimusnahkan, kemarin. (ADITYA/RADARMAS)
Ribuan botol miras serta ratusan liter ciu dan tuak dimusnahkan dengan cara digilas menggunakan stoom walls atau alat berat penggilas. Kegiatan pemusnahan barang bukti miras, sempat menarik puluhan warga yang melintas untuk ikut menyaksikan proses pemusnahan.
Kapolres Purbalingga AKBP Nugroho Agus Setiawan mengatakan, miras yang dimusnahkan merupakan hasil operasi cipta kondisi hingga awal ramadan lalu. "Ini merupakan barang bukti yang kami ungkap dan dimusnahkan," ujarnya.
Dia menjelaskan, berdasarkan penghitungannya, barang bukti yang dimusnahkan nilainya mencapai Rp 150 juta lebih. "Itu dengan asumsi setiap botol miras dijual dengan harga Rp 50 ribu per botol," ujarnya.
Dia menambahkan, operasi razia miras yang dilakukan Polres Purbalingga dilakukan untuk cipta kondisi di Kabupaten Purbalingga agar aman dan tanpa gangguan kamtibmas saat momen libur lebaran.
"Kami juga sudah memusnahkan barang bukti petasan yang kami sita dari penjual dan produsen. Namun, barang bukti petasan langsung kami musnahkan dengan jalan direndam didalam air setelah kegiatan razia selesai. Sebab, jika disimpan ditakutkan malah membahayakan," ungkapnya.
Sementara itu, Polres Purbalingga menyiapkan 324 personel untuk mendukung kegiatan operasi Ramadniya 2017 yang dimulai Senin (19/6) hingga 4 Juli mendatang. "Polres juga menyiapkan seluruh personelnya yang berjumlah 800 lebih untuk mendukung operasi Ramadniya. Selain itu juga ada tambahan personel dari TNI, serta instansi lainnya dan ormas," kata Kabag Ops Polres Purbalingga Kompol Teguh S disela-sela apel gelar pasukan operasi Ramadniya 2017.
Polres juga menyiapkan sembilan posko menyambut arus mudik dan arus balik. "Ada dua posko tambahan yang kami buat untuk mengantisipasi limpahan pemudik dari Tol Pemalang. Kami juga akan menyiapkan posko khusus di tempat-tempat wisata," terangnya. (tya/sus)