PURWOKERTO - Pasca lebaran Idul Fitri hingga saat ini harga daging sapi di Purwokerto terbilang masih tinggi. Dari pantauan Radarbanyumas.co.id di Pasar Manis, Selasa (7/6) hari ini.
Harga daging sapi masih saja bertengger diangkar Rp. 150 ribu perkilogram, dan belum kembali turun ke harga normal seperti sebelum puasa yaitu diharga Rp. 120 perkilogramnya.
"Sebelum lebarankan normal Rp. 120 ribu atau Rp. 130 ribu, terus lebaran sampai puncaknya itu naik sampai Rp. 170 per Kg, sekarang cuma turun diharga Rp. 150 ribu, dan belum turun diharga normal lagi," ungkapnya.
Apalagi dengan adanya wabah PMK pada sapi, Ia melanjutkan, memang ada pengaruh dengan harga namun tidak begitu besar.
"Memang ada pengaruh cuma tidak begitu besar. Karena kalau stok sampai saat ini tetap lancar, cuma kita berharap harganya itu kembali lagi ke normal lagi seeperi sebelum puasa," tambahnya.
Sementara itu, Didik Haridik, Sub Koordinator Seksi Informasi, dan Promosi Dagang Dinperindag Banyumas mengatakan, memang harga daging sapi saat ini masih terpantau tinggi.
"Kalau lebaran kemarinkan sampai Rp. 160 per Kg, tapi itu sudah ada penurunan sebenarnya seperti di Pasar Wage, Pasar Sokaraja itu harga stabil di harga Rp. 140 per Kg, tetapi memang belum turun keharga normal Rp. 120 per Kg," katanya.
Ia menjelaskan, ada beberapa faktor yang mempengaruhi sehingga harga daging sapi saat ini belum kembali ke harga normal.
"Ini masih ada hubungan dengannya waktu itu ada surat edaran asosiasi pedagang daging minta anggota untuk menjual diharga Rp. 140 ribu per Kg, bahwa mereka semacam mematok atau menyeragamkan harga, jadi walnya Rp. 120 ribu kemudian di seragamkan menjadi Rp. 140 ribu," jelasnya.
Kemudian terkait isu Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada sapi, dan berkurangnya impor sapi juga menjadi salah satu faktor.
Adapun terkait dalam rangka menghadapi lebaran idul kurban nanti agar harga tidak mengalami kenaikan yang signifikan, pihaknya mengungkapkan, terkait stok dan ketersediaan daging, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Dinkanak Banyumas.
https://radarbanyumas.co.id/kasus-pmk-sapi-di-banyumas-ada-40-kasus-ditemukan-di-tujuh-kecamatan/
"Adanya isu PMK dan isu impor sapi berkurang, tetapi ini kita kordinasikan dengan Dinkanak, karena terkait dengan penyediaan dan peternakan itu kita tergantung dinkanak juga, karena kalau kita melihat hukum dan permintaan pasti lebaran harganya naik, cuma tergantung stok nanti, jadi sudah ada langkah untuk penyediaan," tutupnya. (win)