TANDON: Warga dibantu Kepala Desa dan Babinsa Sertu Samsul Ma'arif membuat tandon air bersih dari plastik. ISTIMEWA
KEMRANJEN - Krisis air bersih di Desa Kedungpring Kecamatan Kemranjen meluas. Pemerintah desa mencatat penambahan warga yang terdampak kesulitan air bersih mencapai 60 kepala keluarga.
"Lima ribu liter air bersih atau satu tangki dari PMI untuk warga yang baru terdampak habis dalam waktu hanya sejak sore sampai pagi," ujar Kepala Desa Kedungpring Sugiyono, Jumat (11/9).
https://radarbanyumas.co.id/240-kk-krisis-air-bersih-kades-kedungpring-air-bersih-bpbd-jangan-untuk-siram-bibit-durian/
https://radarbanyumas.co.id/awal-musim-kemarau-4-desa-di-banyumas-mulai-terdampak-krisis-air-bersih/
Krisis air bersih merembet ke warga dua RT. Yakni RT 3 RW 4 dan RT 6 RW 3. Warga bergotong royong membuat tandon air menggunakan terpal plastik. Berseberangan dengan tandon, Pemerintah Desa Kedungpring memberikan toren air.
Tempat penampungan air tersebut berada di perbatasan kedua wilayah yang baru terdampak. Dengan demikian, warga tidak kesulitan untuk menjangkau.
Sehingga, warga yang membutuhkan tidak perlu antri panjang. Selain itu, kata Sugiyono, untuk meminimalisasi terjadinya kerumunan. Guna mengantisipasi penyebaran corona virus disease.
Pasokan air bersih ke Desa Kedungpring dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan PMI Kabupaten Banyumas sudah mencapai sepuluh tangki. Pemerintah desa masih mengajukan permohonan distribusi air bersih sampai batas waktu yang belum ditentukan.
Sebelumnya, sebanyak 240 kepala keluarga di Desa Kedungpring sudah lebih dulu mengalami krisis air bersih. Guna mengupayakan solusi jangka panjang atas masalah air bersih. Proposal pembuatan sumur bor yang disinggung Camat Kemranjen ke Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Bandung sedang digarap.
"Proposal sumur bor ke pusat masih proses, belum selesai," tandas Sugiyono di kantornya. (fij)