Buku Manasik Haji Masih Kurang, 36 Jemaah Banyumas Belum Terima
Pelaksana pelayanan haji Kemenhaj dan Umroh Banyumas memeriksa dan menunjukan buku manasik haji yang menjadi hak jemaah, Jumat (17/4).-YUDHA IMAN/RADARMAS-
PURWOKERTO, RADARBANYUMAS.CO.ID – Menjelang satu bulan pemberangkatan, distribusi buku manasik haji di Banyumas belum sepenuhnya tuntas. Sejumlah jemaah masih belum menerima buku yang menjadi hak mereka dari pemerintah.
Data Kantor Kemenhaj Banyumas mencatat masih ada kekurangan buku manasik haji untuk jemaah reguler. Padahal, buku tersebut menjadi panduan penting bagi calon jemaah dalam mempersiapkan ibadah di tanah suci.
Pelaksana Pelayanan Haji dan Fasilitasi Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umroh Kantor Kemenhaj Banyumas, Imron Fuadi mengatakan hingga Jumat (17/4) distribusi belum sepenuhnya terpenuhi. Dari total 1.300 jemaah haji reguler Banyumas, baru 1.294 orang yang menerima buku manasik.
"Kurang 36 orang," katanya ditemui Radarmas, Jumat (17/4). Kekurangan tersebut masih dalam proses pemenuhan oleh pihak terkait.
BACA JUGA:Gagal Ginjal, Calon Jemaah Haji Asal Karangmoncol Purbalingga Meninggal Jelang Keberangkatan
Imron menjelaskan, distribusi buku manasik haji dilakukan melalui Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umroh (KBIHU) serta Majelis Taklim. Mekanisme ini dilakukan untuk mempermudah penyaluran langsung kepada jemaah.
Namun demikian, kekurangan buku yang terjadi tidak hanya dialami di Banyumas. Informasi yang diterima, kondisi serupa juga terjadi di sejumlah daerah lain.
"Dari KBIHU dan MT sudah menginformasikan pada jemaah," terang dia. Pihaknya terus berupaya agar seluruh jemaah segera menerima buku tersebut sebelum jadwal keberangkatan.
Buku manasik haji memiliki peran penting sebagai panduan ibadah. Isinya mencakup tata cara pelaksanaan haji, mulai dari persiapan hingga rangkaian ibadah di tanah suci.
BACA JUGA:57 Calon Haji Purbalingga Baru Jalani Vaksin Covid-19, Padahal Jadi Syarat Masuk Arab Saudi
Salah satu jemaah haji Banyumas tahun 2026, Sujarwo Eko Wibowo mengaku dirinya bersama istri telah menerima buku tersebut. Buku dibagikan melalui KBIHU tempat mereka mengikuti bimbingan.
Menurutnya, di kelompoknya hampir seluruh jemaah sudah menerima buku manasik. Hal ini membantu mereka dalam memahami tahapan ibadah yang akan dijalani.
"Dari Kemenhaj dan Umroh Banyumas didrop ke KBIHU. Jemaah menerima dari KBIHU," pungkasnya. Ia menilai buku tersebut sangat bermanfaat sebagai panduan sekaligus tambahan pengetahuan.
Dengan waktu yang semakin dekat menuju keberangkatan, distribusi buku manasik menjadi hal krusial. Pemerintah diharapkan dapat segera melengkapi kekurangan agar seluruh jemaah memiliki bekal yang sama.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
