KEBUMEN - Keberadaan obyek wisata rintisan di sejumlah desa di Kabupaten Kebumen menunjukkan hasil positif. Selain menggerakkan roda perekonomian desa, keberadaannya pun membuka peluang kerja bagi warga setempat.
Oleh karena itu, mereka meminta dukungan Pemkab. Mengingat, sejumlah kendala juga masih mereka hadapi.
Seperti terjadi di obyek wisata Rahayu River Tubing, Desa Rahayu Kecamatan Padureso. Kepala Desa Rahayu, Paiman, mengungkapkan rasa syukurnya atas perkembangan desa yang kini mampu mandiri.
Menurutnya, keberadaan river tubing telah menyerap sekitar 60 hingga 70 tenaga kerja lokal, termasuk para pelajar SMK yang turut membantu operasional saat waktu luang.
"Alhamdulillah, melalui wisata ini, para pekerja bisa mendapatkan upah antara Rp4 juta hingga Rp5 juta per bulan. Target PADes kami tahun ini diharapkan mencapai Rp400 juta, dan kami optimis bisa menyentuh angka Rp500 juta seiring meningkatnya fasilitas," ujar Paiman, kemarin (4/5).
Meski demikian, Paiman juga menyampaikan aspirasi terkait infrastruktur jalan sepanjang 1,5 kilometer yang menghubungkan Desa Sendangdalem menuju Rahayu yang masih membutuhkan pengaspalan untuk mempermudah akses wisatawan.
Senada dengan hal tersebut, Ketua FK Pokdarwis Kebumen, Taufiq Hidayat, apa yang dialami Rahayu River Tubing juga dialami Pokdarwis di tempat lain.
Hal ini juga sudah disampaikan kepada Bupati Kebumen, Lilis Nuryani. Dan, kabar baiknya, sejauh ini Pemkab Kebumen merespons dengan baik aspirasi mereka.
Salah satunya melalui rencana pembangunan infrastruktur pariwisata yang masuk dalam prioritas RPJMD 2027. Ia berharap janji pemerintah untuk "membangun dari pinggiran" dapat segera terealisasi melalui perbaikan akses jalan di wilayah perbatasan seperti Padureso.
"Jika tidak ada river tubing, mungkin masyarakat luas belum mengenal Desa Rahayu dan Sendangdalem. Kami sangat mendukung program pemerintah untuk terus memajukan pariwisata daerah," kata Taufiq.
Bupati Kebumen, Lilis Nuryani mengungkapkan apresiasinya atas kerja keras para pengelola wisata. Bupati menegaskan bahwa sektor pariwisata adalah tulang punggung ekonomi yang memberikan efek domino bagi UMKM, transportasi, hingga penginapan. Pemerintah Kabupaten Kebumen berkomitmen untuk terus mendukung melalui perbaikan infrastruktur, penataan kawasan, dan promosi digital yang lebih masif.
"Mari kita rawat setiap potensi yang ada. Jika pengunjung puas, mereka akan kembali dan menjadi promotor gratis bagi keindahan Kebumen," ujar Bupati. (cah)