1.285 Jemaah Haji Cilacap Siap Berangkat, Didominasi Usia 50+
Ribuan jamaah haji asal Cilacap dilepas oleh Pemkab Cilacap di Pendopo Wijaya Kusuma Chakti.-JULIUS/RADARMAS-
CILACAP, RADARBANYUMAS.CO.ID - Sebanyak 1.285 jemaah calon haji asal Kabupaten Cilacap dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci pada musim haji 2026/1447 Hijriah.
Pelepasan jemaah dilaksanakan di Pendopo Wijayakusuma Chakti, Selasa (5/5/2026).
Mayoritas jemaah berada pada kelompok usia 51 - 60 tahun, yang menunjukkan dominasi usia matang dalam pelaksanaan ibadah tahun ini.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Cilacap, M. Najib mengatakan, total jemaah terdiri dari 592 pria dan 693 wanita.
BACA JUGA:Jamaah Haji Cilacap Terbagi dalam Enam Kloter, 1.287 Koper Mulai Didistribusikan
Selain itu, terdapat 192 jemaah cadangan yang telah melunasi biaya, meski 12 orang di antaranya batal atau menunda keberangkatan.
Dari sisi demografi, kelompok usia 51 - 60 tahun menjadi yang terbanyak dengan 437 orang, disusul usia 61 - 70 tahun sebanyak 375 orang.
"Jamaah termuda tercatat atas nama Ahmad Hilmi Akbar (18) dari Kelurahan Tegal Kamulyan, Cilacap Selatan, dan yang tertua adalah Kasinem (91) asal Desa Maos Lor, Kecamatan Maos," katanya.
Untuk mendukung kelancaran pelaksanaan ibadah, Pemkab Cilacap juga menyiapkan enam petugas daerah yang terdiri dari tiga Tenaga Kesehatan Haji Daerah (TKHD) dan tiga Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI).
BACA JUGA:Cilacap Masuk Kloter Akhir, Persiapan Jemaah Haji Dimaksimalkan
"Kami juga telah mempersiapkan enam petugas yang terdiri tiga dari kesehatan haji daerah dan tiga lainnya dari kesehatan haji Indonesia," lanjutnya.
Sementara itu Plt Bupati Cilacap yang diwakili Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Hasanuddin, menegaskan ibadah haji merupakan panggilan istimewa yang tidak semua orang dapatkan.
"Ibadah haji bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan spiritual. Karena itu, jaga kesehatan, luruskan niat, serta perbanyak kesabaran dan keikhlasan," katanya.
Ia juga mengingatkan jemaah untuk menjaga nama baik daerah dan bangsa selama berada di Tanah Suci, dengan menunjukkan sikap santun, tertib, serta saling tolong-menolong.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
