Banner v.2

Farmasi UMP–ITB Hadirkan Skema Pendidikan Berjenjang dan Terintegrasi

Farmasi UMP–ITB Hadirkan Skema Pendidikan Berjenjang dan Terintegrasi

Farmasi UMP–ITB Hadirkan Skema Pendidikan Berjenjang dan Terintegrasi.-Hu-

RADARBANYUMAS.CO.ID - Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) menjalin kolaborasi strategis dengan Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung (ITB) melalui pengembangan skema pendidikan farmasi berjenjang yang terintegrasi. Skema ini dirancang untuk mendukung kesinambungan studi dari jenjang Sarjana–Magister (S1–S2) serta Magister–Doktor (S2–S3) dalam satu alur pembelajaran yang saling terhubung. Program ini selanjutnya disebut dengan Jalur Kerjasama Sarjana Magister (JKSM) dan Jalur Kerjasama Magister-Doktor (JKMD) UMP-ITB.

Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya penguatan pengembangan sumber daya manusia di bidang kefarmasian, sekaligus sejalan dengan kebijakan pendidikan tinggi yang menekankan fleksibilitas dan rekognisi pembelajaran sebagaimana diatur dalam Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN-Dikti) dan regulasi Kementerian Pendidikan.

Melalui skema ini, mahasiswa memiliki kesempatan merencanakan jalur studi lintas jenjang secara lebih terarah, dengan dukungan sistem akademik yang terintegrasi antar institusi. Program ini juga membuka akses terhadap fasilitas riset di ITB, peluang pendanaan pendidikan, serta pengalaman akademik dalam lingkup nasional dan internasional.

Pembimbingan Bersama dan Penguatan Riset

Salah satu komponen utama dalam kolaborasi ini adalah penerapan sistem pembimbingan bersama (joint supervision), di mana mahasiswa akan dibimbing oleh dosen dari UMP dan ITB. Pendekatan ini diharapkan dapat memperkuat kualitas penelitian serta mendorong pengembangan karya ilmiah kolaboratif.

Selain itu, kerja sama ini juga memperluas jejaring riset kedua institusi, sekaligus meningkatkan kapasitas akademik dosen dan mahasiswa dalam merespons perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan industri farmasi yang terus berkembang.

Dekan Fakultas Farmasi UMP, Assoc. Prof. apt. Binar Asrining Dhiani, Ph.D., menyampaikan bahwa kolaborasi ini memberikan peluang penguatan ekosistem akademik bagi mahasiswa.

“Kolaborasi dengan ITB ini membuka akses bagi mahasiswa untuk terlibat dalam lingkungan riset yang lebih luas. Dengan adanya pembimbingan bersama, diharapkan proses pembelajaran dan penelitian dapat berlangsung secara lebih komprehensif,” ujarnya saat ditemui di Purwokerto, Kamis (30/4).

Ia menambahkan bahwa skema ini juga disusun untuk mendukung kebutuhan sektor kesehatan dan industri farmasi terhadap lulusan dengan kompetensi akademik dan kemampuan riset yang memadai.

“Kami berharap lulusan Farmasi UMP memiliki kesiapan untuk berkontribusi dalam pengembangan ilmu dan praktik kefarmasian, baik di tingkat nasional maupun global,” tambahnya.

Skema pendidikan terintegrasi ini diarahkan untuk membentuk lulusan yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang farmasi, dengan pengalaman akademik yang berkesinambungan.

Kolaborasi antara UMP dan ITB ini sekaligus menegaskan komitmen kedua institusi dalam mendukung pengembangan pendidikan tinggi yang berorientasi pada kualitas, kolaborasi, dan keberlanjutan. (Tgr)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: