Jalan Dipayudha Tegang, Polisi Siaga Hadapi Massa, Ternyata Hanya Simulasi

Kamis 23-04-2026,15:49 WIB
Reporter : Pujud Andriastanto
Editor : Laily Media Yuliana

BANJARNEGARA, RADARBANYYUMAS.CO.ID - Barisan polisi dengan tameng dan perlengkapan lengkap, memadati Jalan Dipayudha, Banjarnegara, Kamis (22/4/2026). Puluhan massa siap dihalau.

Ketegangan tersebut sempat memicu kekhawatiran dari masyarakat di area kejadian. Namun tenang saja, itu bukan kejadian nyata, melainkan simulasi pengamanan unjuk rasa yang digelar Polres Banjarnegara.

Latihan Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota) ini menskenariokan eskalasi situasi, mulai dari kondisi aman (hijau), meningkat (kuning), hingga chaos (merah).

Simulasi diawali dari patroli yang mendapati potensi aksi unjuk rasa, berlanjut ke pengamanan di depan Pendopo Dipayudha, hingga penanganan massa yang berubah anarkis.

BACA JUGA:Bentrokan Massa di Alun-alun Purbalingga, Polisi Terluka, Ternyata Simulasi Sispamkota Jelang May Day

Berbagai satuan dilibatkan. Mulai dari tim negosiator yang berupaya meredam aksi, Dalmas awal dan lanjutan untuk pengendalian massa, hingga tim penegakan hukum saat situasi memanas. Peralatan seperti water cannon, alat pemadam, hingga tim kesehatan juga disiagakan. Pengamanan turut melibatkan unsur TNI, Satpol PP, Dishub, hingga PMI.

Kapolres Banjarnegara, Mariska Fendi Susanto mengatakan, latihan ini untuk memastikan kesiapan personel menghadapi berbagai kemungkinan di lapangan.

“Pelatihan ini untuk mengecek sarana prasarana sekaligus mensimulasikan kondisi yang mungkin terjadi di wilayah hukum Polres Banjarnegara,” ujarnya.

Menurutnya, kesiapan tidak hanya soal kemampuan individu, tetapi juga dukungan peralatan dan koordinasi antar tim.

“Selain kemampuan personel, kesiapan peralatan pendukung juga menjadi fokus utama selama simulasi,” katanya.

Dia menegaskan, latihan ini penting untuk menjaga profesionalitas aparat sekaligus mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Situasi Banjarnegara saat ini aman dan kondusif. Tapi perlu peran serta masyarakat untuk menjaga kondisi ini tetap terjaga,” ujarnya.

Simulasi berakhir setelah skenario penanganan massa dinyatakan terkendali. Lalu lintas kembali normal, sementara aparat menutup latihan dengan satu pesan kesiapan harus diuji sebelum situasi darurat benar-benar terjadi. ***

Tags :
Kategori :

Terkait