Banner v.2

BPBD Banyumas Ajak Masyarakat Tak Gagap Hadapi Bencana

BPBD Banyumas Ajak Masyarakat Tak Gagap Hadapi Bencana

PERTOLONGAN PERTAMA. Petugas BPBD saat melakukan demonstrasi pertolongan pertama.-JUNI R/RADARMAS-

PURWOKERTO, RADARBANYUMAS.CO.ID - Dengung sirine, seketika memecah ruangan Mal Pelayanan Publik (MPP) pada Kamis, 23 April 2026. Selang kemudian, seluruh pegawai dan pengunjung MPP langsung jongkok dan berlindung dibawah meja. 

Lewat pengeras suara, salah seorang security MPP perlahan memandu. Dan mengingatkan agar tidak usah panik. 


BERLINDUNG. Pegawai dan pengunjung MPP, simulasi berlindung saat terjadi bencana.-JUNI R/RADARMAS-

Kegaduhan ini, bukanlah keadaan darurat. Atau ada bencana sungguhan. Melainkan simulasi evakuasi bencana gempa bumi, yang digagas oleh BPBD Kabupaten Banyumas. 


SIMULASI. Security MPP saat melakukan simulasi evakuasi bencana gempa-JUNI R/RADARMAS-

Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Banyumas Bagas Caraka menuturkan, dalam rangka peringatan 

Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional (HKBN), Kabupaten Banyumas melalui BPBD telah menerbitkan edaran kepada seluruh organisasi perangkat daerah, sekolah-sekolah, rumah sakit, puskemas untuk dapat melaksanakan simulasi evakuasi pada saat terjadi bencana gempa bumi.


BERI PERINGATAN. Simulasi security MPP saat memberikan peringatan ketika terjadi bencana.-JUNI R/RADARMAS-

"Dalam edaran itu sudah kami sampaikan juga mekanismenya, seperti apa. Dan sudah kami berikan contoh ada ada link videonya juga, pada saat terjadi gempa bumi cara evakuasinya seperti apa," kata dia. 

Menurutnya, melalui simulasi evakuasi bencana ini diharapkan meningkatkan pemahaman dan olah skill ketika terjadi bencana gempa bumi," paparnya. 

"Karena seperti yang kita tahu juga, Gunung Slamet juga sedang tidak baik-baik saja sekarang," ucapnya. 


SIMULASI. Pengunjung MPP turut mengikuti jalannya simulasi evakuasi bencana.-JUNI R/RADARMAS-

Menurutnya, pemilihan Mal Pelayanan Publik (MPP) sebagai lokasi simulasi evakuasi bencana gempa bumi bukan tanpa alasan. 

"Kenapa kami lakukan di sini? Karena kami lihat perkantoran yang memiliki pengunjung yang relatif banyak, pegawai yang paling banyak itu ada di MPP, Kabupaten Banyumas," ujarnya. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: