Banner v.2

210 Anak MI di Banyumas Tak Sekolah, Data ATS Masih Diverifikasi

210 Anak MI di Banyumas Tak Sekolah, Data ATS Masih Diverifikasi

Seksi Pendma terus mendata ATS. Pada jenjang MI jumlahnya mencapai 210 anak.-YUDHA IMAN/RADARMAS-

PURWOKERTO, RADARBANYUMAS.CO.ID — Jumlah Anak Tidak Sekolah (ATS) pada jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Kabupaten Banyumas tercatat mencapai 210 anak. Data tersebut dihimpun oleh Kemenag Banyumas melalui Seksi Pendidikan Madrasah.

Sebaran ATS ditemukan di seluruh 27 kecamatan di Banyumas. Untuk wilayah perkotaan, Kecamatan Purwokerto Selatan menjadi daerah dengan jumlah terbanyak.

Pelaksana Seksi Pendidikan Madrasah Urusan Kelembagaan dan SIM, Endwi Supeno, mengatakan pendataan ATS masih terus berjalan. Angka 210 anak merupakan data tahun pelajaran 2024/2025.

"Jumlah itu bukan tahun ajaran ini. Berbicara ATS melihat data satu tahun sebelumnya," katanya. Hal ini menunjukkan data yang digunakan sebagai dasar masih bersifat evaluatif.

BACA JUGA:Mahasiswa Desak Bupati Banyumas Benahi PR Daerah, Soroti ATS hingga Pajak

Endwi menjelaskan penyebab munculnya ATS cukup beragam. Mulai dari putus sekolah hingga perpindahan siswa tanpa pelaporan administrasi yang jelas.

Untuk kasus putus sekolah, perlu penelusuran lebih lanjut. Beberapa faktor yang mungkin terjadi antara lain karena anak sudah bekerja atau menikah.

"Data dilaporkan oleh masing-masing satuan pendidikan. Baru jumlah belum by name," terang dia. Artinya, data individu siswa masih dalam tahap pengumpulan.

Terkait penanganan, pihaknya saat ini fokus melengkapi data by name. Pengumpulan dilakukan melalui formulir yang disebarkan ke masing-masing madrasah.

BACA JUGA:Dapat Bantuan Mobil Operasional Untuk Atasi ATS juga Antarkan Siswa SKB

Setelah data lengkap, langkah tindak lanjut baru akan ditentukan. Penanganan akan disesuaikan dengan kondisi masing-masing anak.

"Misal menyambung pendidikan kesetaraan atau apa. Setiap ATS bisa berbeda sebab," pungkas Endwi. Pendekatan ini diharapkan lebih tepat sasaran dalam mengembalikan anak ke dunia pendidikan.***

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: