KEBUMEN - Polres Kebumen masih mewaspadai adanya ancaman paham radikalisme yang bisa memecah belah persatuan dalam kehidupan bermasyarakat. Tak ingin itu terjadi, Polres Kebumen menggandeng kalangan ulama dan pondok pesantren.
Hal itu diungkapkan Kapolres Kebumen AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama saat berkunjung dan bertemu dengan pengasuh pondok pesantren, K.H. Wahib Mahfudz, kemarin.
Dalam kesempatan itu, Kapolres menyampaikan terima kasih atas dukungan para ulama dalam menjaga suasana peringatan Ramadan dan Idul Fitri di Kebumen berlangsung aman dan kondusif.
Kunjungan ini sekaligus memperkuat sinegisitas keduabelah pihak. AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama mengatakan, pihaknya meminta dukungan dari para ulama dan lembaga pendidikan keagamaan dalam mewujudkan situasi kamtibmas.
BACA JUGA:Pemkab Kebumen Beri Keringanan PBB hingga 100 Persen
BACA JUGA:Tersangka Pelaku Kasus Persetubuhan Anak di Kebumen Terancam 15 Tahun Penjara
"Komunikasi dan sinergi dengan para ulama perlu terus dijaga agar situasi kamtibmas tetap kondusif," kata Kapolres, (1/4).
Di kesempatan yang sama, Kapolres menegaskan situasi saat ini membutuhkan kewaspadaan serta kebersamaan seluruh elemen masyarakat.
Peran pondok pesantren, menurutnya, sangat strategis dalam membina akhlak dan pemahaman keagamaan santri, sekaligus menjadi benteng terhadap potensi gangguan sosial maupun penyebaran paham radikal.
Kapolres turut mengajak kalangan pesantren dan tokoh agama untuk bersama-sama menjaga keamanan, meningkatkan toleransi, serta memperkuat sikap saling menghormati di tengah keberagaman masyarakat. "Dengan sinergi antara aparat keamanan, masyarakat, dan lembaga pendidikan seperti pesantren, kondusivitas wilayah dapat terus terjaga," ujarnya. (cah)