BANYUMAS, RADARBANYUMAS.CO.ID – Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Sumpiuh melakukan survei tanaman padi petani yang akan mengikuti program serap gabah (sergab) Perum Bulog, Senin (2/3). Langkah ini dilakukan untuk memastikan gabah yang diajukan benar-benar siap panen dan memenuhi standar kualitas.
Survei dilakukan langsung ke lahan pertanian guna melihat kondisi tanaman secara faktual. BPP ingin memastikan usia tanam dan mutu gabah sesuai kriteria sebelum masuk skema serapan.
Koordinator Penyuluh BPP Kecamatan Sumpiuh, Fitriana, menjelaskan tidak semua padi bisa langsung diikutkan program sergab. Ada syarat umur panen dan kualitas gabah yang harus dipenuhi petani.
“Ada petani yang ingin ikut sergab tapi padi masih hijau. Tunda dulu, belum kita survei. Bagi yang siap panen, ada pengecekan kualitas,” terang Fitriana di lokasi. Ia menegaskan pengecekan dilakukan agar gabah yang diserap benar-benar layak.
Dalam sehari, kuota program sergab mencapai 12 ton untuk setiap wilayah kecamatan. Pada hari ini, BPP Kecamatan Sumpiuh menyurvei tanaman padi milik dua petani yang direncanakan masuk jadwal panen.
Program sergab menjadi solusi di tengah musim hujan yang masih berlangsung. Kondisi cuaca membuat proses penjemuran gabah menjadi kurang efektif dan memerlukan tenaga ekstra.
Petani Pujianto mengaku tertarik mengikuti program tersebut karena dinilai menguntungkan. Salah satu alasannya adalah kepastian harga gabah yang diberikan melalui skema serapan Bulog.
“Terus, sekarang masih musim hujan. Program sergab mengurangi tenaga untuk menjemur gabah,” ujar Pujianto. Ia menilai program ini membantu petani menghemat waktu dan biaya produksi.
Musim hujan menjadi tantangan tersendiri karena sinar matahari tidak selalu optimal untuk mengeringkan gabah. Kondisi itu semakin terasa berat karena masa panen bertepatan dengan bulan puasa.
Melalui program sergab, gabah hasil panen langsung diangkut oleh Bulog sehingga petani tidak perlu menjemur terlalu lama. Skema tersebut dinilai mampu meringankan pekerjaan sekaligus memberikan kepastian pendapatan.
“Rencana besok dipanen untuk sergab. Saya mau mencari tukang mbawon dulu,” tandas Pujianto. Ia berharap proses panen berjalan lancar dan gabahnya dapat langsung terserap sesuai kuota yang tersedia. ***