Launching SPPG Krajan Banyumas Tertunda, Imbas Mesin Pengering Ompreng Meledak

Jumat 06-02-2026,17:37 WIB
Reporter : Yudha Iman Primadi
Editor : Ali Ibrahim

BANYUMAS, RADARBANYUMAS.CO.ID – Rencana launching Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Krajan, Kecamatan Pekuncen, dipastikan bersifat tentatif menyusul insiden meledaknya mesin pengering ompreng saat ujicoba, Kamis (5/2). Kepastian waktu peresmian dapur tersebut masih menunggu selesainya proses penanganan di kepolisian.

Kepala Desa Krajan, Muflichudin, mengatakan insiden tersebut secara otomatis memaksa panitia menyesuaikan ulang jadwal launching. Sebelumnya, pengelola SPPG Krajan telah mengusulkan pelaksanaan launching pada 15 Februari 2026. Namun rencana itu batal karena bertepatan dengan agenda kirab di tingkat kabupaten.

“Akhirnya maju antara tanggal 9 atau 13 Februari. Setelah kejadian, menunggu lagi sampai urusan di Kepolisian selesai,” kata Muflichudin saat ditemui Radarmas, Jumat (6/2).

Ia menjelaskan, dapur SPPG Krajan berdiri di lokasi yang sebelumnya digunakan sebagai PAUD Muhammadiyah. Tanah dan bangunan tempat berdirinya dapur tersebut merupakan milik yayasan, bukan aset milik pemerintah desa. Sebelum diputuskan di Krajan, terdapat tiga alternatif lokasi yang sempat dikaji, yakni Desa Karangkemiri, Kranggan, dan Krajan.

BACA JUGA:Uji Coba Ketiga, Oven SPPG Desa Krajan Pekuncen Banyumas Meledak, Bukan Dari Tabung Gas

Dari hasil pembahasan bersama, Krajan dinilai paling memungkinkan untuk mendukung operasional dapur SPPG. Selain pertimbangan lokasi, keberadaan dapur di Krajan juga diharapkan memberikan dampak ekonomi langsung bagi warga setempat.

“Kami mendorong agar dapur berdiri di Krajan. Manfaat untuk desa antara lain menyerap tenaga kerja unskill lokal serta membuka peluang penyuplai-penyuplai kebutuhan Makan Bergizi Gratis (MBG) dari pelaku usaha lokal masuk,” terang dia.

Muflichudin menambahkan, sejak awal berdirinya SPPG Krajan, antusiasme warga cukup tinggi. Sejumlah warga terlibat sebagai relawan, baik dalam tahap persiapan dapur maupun uji coba operasional. Oleh karena itu, pihak desa berharap insiden tersebut dapat segera ditangani secara tuntas agar aktivitas SPPG bisa kembali berjalan aman dan lancar.

Terkait kondisi korban, hingga Jumat (6/2) masih terdapat dua relawan SPPG Krajan yang menjalani perawatan di RSUD Ajibarang. Keduanya adalah Heri Setiawan, yang mengalami luka bakar di tangan kanan, serta Siti Marlina, dengan keluhan pusing, mual, dan muntah pascainsiden.

BACA JUGA:Alat Pengering Ompreng MBG di Pekuncen Banyumas Meledak, 22 Relawan Luka

Relawan SPPG Krajan, Dessy Afrestia Fariza, yang juga warga RT 3 RW 3 Desa Krajan dan tinggal tepat di samping dapur, menyampaikan bahwa total relawan yang sempat dibawa ke Puskesmas I Pekuncen berjumlah 12 orang. Dari jumlah tersebut, tiga orang harus dirujuk untuk penanganan lanjutan ke RSUD Ajibarang.

“Kasihyati sudah pulang kemarin (Kamis). Hasil rontgen pada kaki tidak ada masalah. Untuk Heri Setiawan dan Siti Marlina informasinya sudah diperbolehkan pulang hari ini (Jumat),” ungkap Dessy.

Ia menambahkan, pascakejadian suasana di sekitar dapur SPPG Krajan sempat dipadati warga dan relawan yang ingin memastikan kondisi korban. Saat ini, aktivitas di dapur dihentikan sementara hingga ada kejelasan hasil pemeriksaan dan rekomendasi lebih lanjut.

Sementara itu, asisten lapangan SPPG Krajan, Iis, belum dapat dikonfirmasi terkait perkembangan pascainsiden tersebut. Upaya konfirmasi melalui panggilan WhatsApp yang dilakukan hingga Jumat sore belum mendapat respons. ***

Kategori :