PURWOKERTO, RADARBANYUMAS.CO.ID - Dominannya masalah persampahan di wilayah Kota Purwokerto belum dibarengi penambahan truk sampah yang masiu kurang.
Data yang dihimpun Radarmas dengan 25 Pusat Daur Ulang (PDU) plus dua PDU baru di Pangebatan dan Karangnangka yang bakal beroperasi tahun ini, Unit Pengelolaan Kebersihan dan Pertamanan (UPKP) baru memiliki 11 truk sampah.
Kepala UPKP Purwokerto, Muhilal mengatakan dengan jumlah armada tersebut yang terlayani 22 PDU. Dengan bertambahnya dua PDU tahun ini, setidaknya truk sampah untuk menjangkau sampai Karanglewas dan Kedungbanteng ditambah sampai 15 unit. Truk sampah menjadi bentuk pelayanan terkait pengangkutan residu dan bubur sampah ke TPA BLE Kalibagor.
"Belum semua PDU kota terlayani truk sampah," katanya.
BACA JUGA:Pengelolaan Sampah Banyumas Diakui ASEAN, Bupati Bidik Jadi Sumber PAD Baru
Muhilal menjelaskan dari total produksi sampah di Kabupaten Banyumas sekitar 700 ton/hari, 300 sampai 350 ton berasal dari wilayah kota Purwokerto. Artinya hampir 50 persen sumber sampah yang harus dilayani dari Purwokerto. Dikelola tidak dengan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) seperti di kecamatan luar eks Kotip, di 25 PDU juga tidak ada pembakaran residu dengan pirolisis.
"Residu dan bubur sampah dibawa ke Kalibagor. Diprotes warga kalau dibakar," terang dia.
Dilanjutkannya selain jumlah kebutuhan truk sampah yang lebih banyak dibandingkan UPKP lainnya, jumlah pekerja UPKP Purwokerto juga menjadi yang terbesar dengan 126 orang. Dipastikannya tidak ada UPKP lain yang memiliki jumlah pekerja sebesar Purwokerto.
"Dari 126 pekerja baru enam orang yang lolos sebagai Pegawai Pemerintah Perjanjian Kerja (PPPK)," pungkas Muhilal. (yda)