PURBALINGGA, RADARBANYUMAS.DISWAY.ID – Komitmen menghadirkan layanan administrasi kependudukan yang makin mudah terus diperkuat Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Purbalingga. Melalui Program Anak Ceria Jipat, Dinpendukcapil berencana memperluas jangkauan layanan agar manfaatnya bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Kepala Dinpendukcapil Kabupaten Purbalingga, Bambang Wijonarko, mengatakan saat ini Program Anak Ceria Jipat telah menjangkau seluruh rumah sakit dan puskesmas di wilayah Kabupaten Purbalingga. Ke depan, kerja sama akan diperluas dengan klinik, bidan praktik mandiri, hingga rumah sakit yang berada di luar Kabupaten Purbalingga.
“Ke depan, Dinpendukcapil berencana memperluas kerja sama dengan klinik, bidan praktik mandiri, serta rumah sakit di luar Kabupaten Purbalingga,” katanya saat penandatanganan perjanjian kerja sama dengan Rumah Sakit Ibu dan Anak Mitra Permata Husada (RSIA MPH) Purbalingga, di Aula Dinpendukcapil Kabupaten Purbalingga, Senin (19/1/2026).
Bambang menjelaskan, perluasan tersebut dilakukan agar manfaat Program Anak Ceria Jipat dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat Purbalingga. Melalui program ini, bayi yang baru lahir dapat langsung memperoleh empat dokumen penting sekaligus, mulai dari Kartu Keluarga, Akta Kelahiran, Kartu Identitas Anak, hingga kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional melalui BPJS Kesehatan.
BACA JUGA:Tembus 256.691 Layanan, Dinpendukcapil Purbalingga Tancap Gas Sepanjang 2025
Ia menambahkan, kehadiran Program Anak Ceria Jipat memberikan kemudahan nyata bagi orang tua karena tidak perlu lagi mengurus dokumen kependudukan secara terpisah setelah kelahiran anak. Seluruh proses pengurusan dokumen bisa dilayani langsung melalui fasilitas kesehatan tempat persalinan, baik di rumah sakit maupun puskesmas.
Selama ini, menurut Bambang, pengurusan dokumen kependudukan bagi bayi kerap menjadi tantangan tersendiri bagi keluarga, terutama karena keterbatasan waktu dan kesibukan pasca persalinan. Dengan adanya Program Anak Ceria Jipat, seluruh proses pengurusan dapat dilakukan sekaligus tanpa harus bolak-balik ke berbagai instansi. “Sehingga manfaatnya sangat dirasakan masyarakat,” lanjutnya.
Selain memberi kemudahan bagi keluarga, program ini juga dinilai memberikan nilai tambah bagi fasilitas kesehatan karena pelayanan kelahiran menjadi lebih lengkap dan terintegrasi. (tya)