Sementara itu, mobil hybrid punya jarak tempuh lebih panjang karena masih menggunakan bensin sebagai sumber tenaga utama. Singkatnya, mobil hybrid mungkin lebih cocok dipakai untuk menempuh jarak yang jauh.
4. Biaya Operasional
Biaya operasional mobil listrik bisa menjadi lebih murah karena hanya mengandalkan listrik untuk isi baterai. Pengeluaran lain mungkin perawatan yang juga disebut lebih simpel dari kendaraan konvensional.
Sedangkan mobil hybrid memang lebih hemat dari mobil bensin biasa. Meski begitu, biaya operasionalnya bisa menjadi lebih tinggi dibanding mobil listrik murni karena pengeluaran lainnya.
5. Harga dan Ketersediaan
Harga mobil listrik umumnya lebih mahal dari mobil hybrid. Salah satu alasannya karena teknologi baterai yang dibawakan untuk jenis mobil listrik.
Meski begitu, bukan berarti tidak ada mobil listrik yang murah. Bisa dijumpai beberapa contoh seperti Wuling Air ev dengan banderol di bawah Rp200 juta untuk sejumlah tipenya.
Sementara itu, mobil hybrid memang lebih fleksibel soal harga. Namun, kebanyakan memang banderolnya bisa di bawah mobil listrik.
Demikian ulasan mengenai perbedaan mobil listrik dan hybrid yang bisa diketahui. Jika bingung memilih, cukup sesuaikan saja dengan kebutuhan dan selera yang dimiliki.