Memaknai Kemerdekaan Sesungguhnya dengan Beragama

Rabu 06-08-2025,14:06 WIB
Reporter : Imam Wahyudi
Editor : Puput Nursetyo

KEBUMEN - Bulan Agustus merupakan Bulan Kemerdekan untuk Negara Indonesi tepatnya 17 Agustus. Di bulan ini beragam kegiatan dilaksanakan untuk meramaikan HUT RI. Namun memaknai kemerdekaan sesungguhnya dengan beragama.

Hal ini disampaikan oleh Pengasuh Pondok Pesantren An Nawawi Berjan Purworejo KH Achmad Chalwani Nawani, saat pertemuan Himawan Ke 25, di Desa Sidogede Prembun, Minggu (4/8).

KH Ahmad Chalwani Nawani yang menjabat Rais Ali (Ketua) JATMAN periode 2024-2029 tersebut menyampaikan apa yang pernah disampaikan oleh Sayyidina Ali bin Abi Thalib RA yakni tidak disebut merdeka kecuali dengan agama.

"Untuk itu perayaan kemerdekaan seyogyanya dilaksanakan dengan kegiatan yang tidak bertentangan dengan agama," tuturnya.

Dilanjutkan, tidak disebut agama tanpa jamaah, tidak ada jamaah tanpa pemimpin, tidak ada pemimpin tanpa taat dan tidak ada taat tanpa ilmu.

"Dalam hal ini ilmu mempunyai kedudukan yang sangat penting. Maka dari itu sebisa mungkin setiap hari kita mengaji," katanya.

Jika tidak dapat mengaji setiap hari, setidaknya mengaji seminggu sekali. Jika tidak bisa jangan sampai dalam 40 hari tidak bertemu dengan ulama. Karena itu bisa membuat hati keras.

"Jika hari sudah keras, akan sulit mendapatkan hidayah. Selain itu mudah untuk melakukan dosa besar," ungkapnya.

Dalam hal ini ulama dulu melakukan hal yang penting. Agar umat jangan sampai tidak bertemu dengan ulama sampai 40 hari, maka dilaksanakan pengajian rutin selapanan yakni 25 hari sekali.

"Pengajian rutin selapanan dilaksanakan 35 hari sekali. Misal setiap Sabtu Pon, Kliwon, Wage atau lainnya. Ini agar setidaknya umat dapat ngaji untuk mendapatkan ilmu juga melunakkan hati," ucapnya. (mam)

Tags :
Kategori :

Terkait