Tapi di balik semua kelebihannya, mobil listrik tetap punya kekurangan yang perlu dipertimbangin. Salah satunya adalah soal jarak tempuh.
Walaupun teknologi baterai terus berkembang, kebanyakan EV saat ini masih harus di-charge setelah menempuh jarak 300 sampai 500 km.
BACA JUGA:Kalem Tapi Gahar, Mobil Sleeper Ini Cocok Buat Si Lowkey Driver
BACA JUGA:Harga Xpeng X9 2025 Lebih Terjangkau, Apa Saja yang Baru dari MPV Listrik Ini?
Buat perjalanan dalam kota sih oke, tapi buat road trip panjang, kamu harus pinter-pinter atur strategi charging. Waktu pengisian baterai juga lumayan makan waktu.
Nggak seperti ngisi bensin yang cuma 5 menit, nge-charge baterai bisa butuh waktu dari 30 menit sampai beberapa jam, tergantung jenis charger yang dipakai.
Dan satu lagi, infrastruktur charging station di Indonesia belum semerata itu.
Jadi, kalau kamu tinggal di daerah yang stasiun charging-nya masih minim, mungkin bakal sering dihantui rasa khawatir kehabisan baterai di jalan.
BACA JUGA:Cuaca Buruk, Mobil Bermasalah? Ini Cara Mengatasinya!
BACA JUGA:Mahasiswa Cari Mobil Listrik? Intip Harga dan Kelebihan Wuling Binguo EV!
Sekarang kita ngobrol soal hybrid. Mobil hybrid itu ibarat jalan tengah buat yang mau hemat energi tapi belum siap 100% beralih ke listrik penuh.
Dengan kombinasi mesin bensin dan motor listrik, mobil ini bisa berjalan dengan lebih efisien.
Biasanya saat kecepatan rendah, motor listrik yang bekerja, dan mesin bensin baru ikut bantu kalau butuh tenaga lebih besar atau baterainya perlu diisi ulang.
Kalau ngomongin kelebihannya, hybrid punya banyak nilai plus buat kehidupan sehari-hari.
BACA JUGA:Remote Mobil Sekarang Bisa 'Kenalin' Kamu? Cek Fitur Rahasianya!
BACA JUGA:Serius Garap Pasar Mobil Listrik, Suzuki Luncurkan eWX