Colt L100 EV Vs Mobil Niaga Bensin: Mana yang Lebih Menguntungkan?
Tampilan Mitsubishi L100 EV yang simpel namun fungsional--
RADARBANYUMAS.CO.ID - Perbandingan antara Colt L100 EV dan mobil niaga bensin memang sering jadi bahan obrolan para pelaku usaha. Keduanya punya kelebihan masing-masing, tapi kalau bicara soal keuntungan jangka panjang, mobil listrik seperti L100 EV mulai terlihat menarik. Biar lebih adil, mari lihat dari sisi biaya, performa, dan kebutuhan operasional.
1. Biaya Operasional: Listrik vs Bensin
Colt L100 EV mengandalkan baterai 20,1 kWh yang mampu menempuh sekitar 180 km per pengisian. Untuk pemakaian harian di kota, angka ini sudah cukup untuk rute distribusi atau logistik. Sementara mobil niaga bensin biasanya punya biaya bahan bakar yang lebih tinggi dan rentan fluktuasi harga.
Untuk pengisian, L100 EV membutuhkan sekitar 7,5 jam untuk penuh dengan charger AC. Kalau pakai fast charging (DC CHAdeMO), hanya perlu sekitar 42 menit untuk 80%. Ini jadi nilai plus untuk operasional yang padat. Mobil bensin tentu lebih cepat “isi ulang”, tapi biaya per kilometer bisa lebih mahal.
2. Biaya Perawatan: L100 EV Lebih Sederhana
Mobil listrik umumnya punya bagian yang lebih sedikit dibanding mesin bensin. L100 EV tidak punya mesin pembakaran, sehingga perawatan seperti ganti oli mesin, timing belt, atau tune-up jadi tidak diperlukan. Hal ini membuat biaya perawatan jadi lebih ringan, apalagi untuk armada bisnis.
Namun, mobil niaga bensin masih unggul soal jaringan bengkel dan ketersediaan suku cadang. Untuk bisnis yang bergerak di daerah terpencil, ini bisa jadi faktor penting. Jadi, pilihan terbaik tergantung pada akses servis dan lokasi operasional.
BACA JUGA:Mitsubishi L100 EV, Ini Dia Van Listrik Mini yang Mulai Dipakai Banyak UMKM
3. Performa dan Fungsionalitas
Colt L100 EV punya motor listrik dengan tenaga sekitar 31 kW (42 PS) dan torsi 195 Nm, plus kecepatan maksimum sekitar 100 km/jam. Ini cukup untuk kebutuhan operasional di area perkotaan. Dengan bodi kompak, radius putar 4,3 meter, dan kapasitas muatan sekitar 425 kg, L100 EV sangat lincah untuk jalan sempit.
Mobil niaga bensin biasanya menawarkan varian mesin yang lebih besar dan kapasitas muatan lebih variatif. Untuk kebutuhan angkut berat atau perjalanan jauh, mobil bensin masih jadi pilihan yang lebih fleksibel.
4. Kesimpulan: Mana yang Lebih Menguntungkan?
Kalau fokus pada biaya operasional dan ramah lingkungan, Colt L100 EV lebih menguntungkan dalam jangka panjang. Ia cocok untuk bisnis distribusi kota, usaha logistik kecil, atau armada perusahaan yang ingin mengurangi biaya dan emisi.
Namun, jika bisnis membutuhkan kapasitas muatan besar, rute panjang, atau akses servis terbatas, mobil niaga bensin masih lebih praktis. Pada akhirnya, pilihan yang paling menguntungkan adalah yang sesuai kebutuhan operasional dan pola penggunaan sehari-hari.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
