Kelebihan dan Kekurangan AI di Era Digital Sekarang

Sabtu 12-04-2025,09:11 WIB
Reporter : Adinda Nur
Editor : Ali Ibrahim

Sekarang AI bukan cuma ada di laboratorium atau kantor startup keren. AI sudah masuk ke rumah, sekolah, kantor, bahkan jalanan.

Asisten virtual seperti Siri, Alexa, dan Google Assistant adalah contoh nyata AI dalam genggaman. Mereka bisa bantu atur jadwal, nyalain lagu, sampai kontrol perangkat rumah pintar.

Di sektor keuangan, dompet digital dan sistem pembayaran QRIS juga mulai disisipkan elemen AI. Dari deteksi penipuan sampai analisis pola belanja, semua makin pintar berkat AI.

BACA JUGA:Permintaan Telur Puyuh Melonjak, Harga naik Bertahap

BACA JUGA:Pengecoran Jalan Jeruklegi Kulon–Sawangan Dimulai

Platform belanja seperti Tokopedia atau Shopee juga mengandalkan AI. Fitur rekomendasi dan iklan personalisasi yang muncul di halamanmu, itu kerja AI.

AI juga dipakai di bidang keamanan, misalnya face recognition di pintu masuk kantor atau bandara. Ini mempercepat proses verifikasi tapi juga menimbulkan kekhawatiran soal data wajah.

Bahkan di dunia hiburan, AI mulai ikut campur. Dari membuat musik, menulis naskah film, sampai menciptakan karakter digital, semuanya mulai terbantu teknologi ini.

Apakah AI Bisa Gantikan Manusia Sepenuhnya?

Pertanyaan ini sering muncul seiring makin canggihnya AI. Tapi sejauh ini, jawabannya adalah belum.

BACA JUGA:Ditemukan 589 Kasus HIV/AIDS, Tren Peningkatan Justru Terjadi di Komunitas LSL

BACA JUGA:3 Contoh Sambutan Halal Bihalal yang Beda dari Lainnya, Cocok untuk Segala Acara!

AI bisa meniru cara berpikir dan bertindak manusia dalam banyak hal. Tapi ada hal-hal yang belum bisa digantikan, seperti empati, intuisi, dan kreativitas murni.

AI juga masih sangat tergantung pada data. Kalau datanya salah atau kurang, maka hasilnya juga tidak bisa diandalkan.

Jadi, walaupun AI bisa bantu banyak hal, peran manusia tetap penting. Terutama dalam pengambilan keputusan yang butuh penilaian moral dan emosi.

Tantangan Etika dan Regulasi AI

Kemajuan AI yang cepat bikin banyak negara kelimpungan bikin aturan. Belum ada standar global yang benar-benar tegas soal etika penggunaan AI.

BACA JUGA:Makan Bergizi Gratis Paska Lebaran Dimulai Pekan Depan

BACA JUGA:Calon Jemaah Haji 2025 Purbalingga Capai 366 Orang

Di satu sisi, kita ingin teknologi berkembang pesat. Tapi di sisi lain, kita juga harus jaga hak privasi dan keamanan pengguna.

Kategori :