Banner v.2

Sekda Purbalingga: Pemuda Diharapkan Berperan Aktif Mengawal Kebijakan Pemerintah

Sekda Purbalingga: Pemuda Diharapkan Berperan Aktif Mengawal Kebijakan Pemerintah

Sekda Purbalingga Herni Sulasti memberikan materi dalam Forum Penguatan Demokrasi Bagi Pelajar di Graha Adiguna, Kompleks Pendapa Dipokusumo.-Aditya/Radarmas-

PURBALINGGA, RADARBANYUMAS.DISWAY.ID – Di tengah tantangan kualitas demokrasi dan derasnya arus informasi, pelajar didorong tidak hanya menjadi penonton kebijakan publik. Pemerintah menilai pemuda harus mulai mengambil peran aktif sebagai pengawal arah pembangunan sejak dini.

Dorongan tersebut mengemuka dalam Forum Penguatan Demokrasi Bagi Pelajar yang digelar Kementerian Dalam Negeri RI melalui Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum. Kegiatan ini berlangsung di Operation Room Graha Adiguna, Kompleks Pendapa Dipokusumo, Kamis (22/1/2026).

Sekretaris Daerah Kabupaten Purbalingga, Herni Sulasti, menekankan pentingnya peran pemuda dalam menyiapkan Indonesia Emas 2045. Menurutnya, bonus demografi hanya akan bermakna jika generasi muda memiliki kualitas dan daya kritis.

Sekda mendorong pelajar mempersiapkan diri melalui peningkatan pendidikan, keterampilan, serta penguatan soft skill. Ia menilai kemampuan nonakademik menjadi bekal penting dalam menghadapi dinamika sosial dan politik ke depan.

BACA JUGA:Sekda Purbalingga: Rekomendasi Inspektorat, BPK, dan BPKP Harus Ditindaklanjuti Secara Serius

“Pemuda harus aktif dalam organisasi kepemudaan, mengasah kemampuan negosiasi dan berpikir kritis, mengembangkan soft skills, serta memperluas jejaring untuk pengembangan diri,” jelas Herni.

Lebih jauh, ia menegaskan pemuda tidak boleh apatis terhadap kebijakan pemerintah. Pelajar diharapkan mampu mengawal kebijakan sekaligus menyebarkan informasi yang benar di tengah maraknya disinformasi.

Selain itu, Herni juga mengajak pelajar terlibat aktif dalam kegiatan sosial dan komunitas positif. Partisipasi dalam demokrasi, menurutnya, bisa dilakukan melalui jalur aspirasi yang telah disiapkan pemerintah.

“Mengkritik itu harus solutif, bukan asal beda. Kalian adalah agen perubahan yang ikut menentukan bangsa ini mau dibawa ke mana,” tegasnya.

BACA JUGA:Sekda Purbalingga Resmi Launching SiPPP Bangga, Jadi Strategi Turunkan Pengangguran

Sementara itu, Kasubdit Fasilitasi Pemilu dan Pengembangan Demokrasi Kemendagri, Ispahan Setiadi, berupaya mematahkan stigma negatif terhadap politik. Ia menilai politik kerap dipersepsikan kotor dan membosankan karena kurangnya pemahaman.

“Politik juga tidak membosankan, justru menyenangkan sama dengan bermain game Mobile Legend. Ada pembagian tugas di dalamnya dan semua berstrategi di situ untuk mencapai tujuan,” katanya.

Menurut Ispahan, politik justru memiliki pengaruh besar dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Setiap kebijakan yang lahir dari proses politik berdampak jangka panjang bagi bangsa dan negara.

Ia menegaskan, penguatan demokrasi tidak cukup berhenti pada pemahaman teori semata. Proses ini harus mampu mengubah cara berpikir dan bertindak pelajar agar tumbuh menjadi pribadi yang kritis dan cerdas dalam menyikapi isu publik.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: