• Pastikan saldo mencukupi, lalu konfirmasi pembayaran.
• Simpan bukti transaksi untuk referensi jika dibutuhkan.
Dana KJP hanya bisa digunakan untuk keperluan pendidikan. Penggunaan di luar kebutuhan sekolah bisa terdeteksi dan berisiko membuat penerima dicoret dari daftar bantuan.
Beberapa toko yang bekerja sama dengan program KJP sudah memiliki tanda khusus. Selalu pastikan kamu belanja di tempat yang resmi agar transaksi berjalan lancar dan dana tidak ditolak.
BACA JUGA:Anti Keramaian! Ini 6 Hotel untuk Introvert di Jakarta yang Super Nyaman
BACA JUGA:CPPPK Banjarnegara Tolak Penundaan Pelantikan, Siap Bergerak ke Jakarta Jika Tidak Ada Kepastian
Gunakan Dana dengan Bijak dan Sesuai Aturan
Meski dana KJP bisa digunakan secara fleksibel, kamu tetap harus bijak dalam membelanjakannya. Prioritaskan kebutuhan utama seperti buku, alat tulis, seragam, dan biaya transportasi.
Hindari membelanjakan saldo KJP untuk keperluan yang tidak berkaitan dengan pendidikan. Jika ketahuan, ada kemungkinan kamu akan mendapatkan teguran atau bahkan dihentikan bantuannya.
KJP juga punya sistem pemantauan dari pihak sekolah dan Dinas Pendidikan. Maka dari itu, sangat penting untuk menyimpan bukti transaksi jika diminta verifikasi.
Jika merasa tidak membutuhkan semua dana dalam satu bulan, kamu bisa menyimpannya untuk keperluan mendesak di bulan berikutnya. Tapi ingat, saldo KJP biasanya tidak bisa dicairkan tunai secara bebas.
BACA JUGA:Liburan Ramadhan di Hotel Tepi Pantai Jakarta, Nikmati Momen Relaksasi dan Ibadah
BACA JUGA:Hotel Borobudur Jakarta Miliki Kemewahan Klasik di Tengah Kota dengan Pesona Tak Lekang Waktu
Apa yang Harus Dilakukan Jika Saldo Belum Masuk?
Beberapa penerima KJP mungkin mengalami keterlambatan pencairan. Jika sampai pertengahan bulan saldo belum juga masuk, kamu bisa melakukan pengecekan manual.
Langkah-langkahnya:
• Pastikan kamu masih terdaftar sebagai penerima aktif di situs kjp.jakarta.go.id.
• Hubungi pihak sekolah untuk memastikan tidak ada kendala administrasi.