BACA JUGA:Jarak Tempuh Mobil Listrik Hyundai Kona Electric Bisa Mencapai 484 Kilometer
6. Citroen e-C4
Citroen e-C4 adalah mobil listrik asal Prancis yang mulai menarik perhatian di Indonesia. Meskipun diimpor, mobil ini mendapatkan insentif impor dengan syarat produsen berkomitmen untuk membangun pabrik di Indonesia sebelum akhir 2025.
Insentif yang diberikan meliputi:
- Bebas PPnBM
BACA JUGA:Selain Autopilot, Inilah 7 Fitur Canggih Lain yang Dimiliki Oleh Mobil Listrik Tesla
BACA JUGA:5 Mobil Listrik yang Disubsidi oleh Pemerintah Indonesia, Yuk Beli!
- Bebas bea masuk
Citroen e-C4 menawarkan kenyamanan berkendara khas Eropa dengan desain yang elegan. Jangkauan baterainya mencapai 350 km, menjadikannya pilihan menarik bagi konsumen yang mengutamakan gaya dan performa.
7. GAC Aion S
GAC Aion S adalah mobil listrik asal Tiongkok yang mendapatkan perhatian di Indonesia. Seperti Citroen, mobil ini juga mendapatkan insentif impor, meliputi:
BACA JUGA:Mobil Listrik Porsche Taycan 4S Milik Rossa, Intip Spesifikasi dan Fitur Canggihnya
BACA JUGA:Perbandingan Mobil Listrik BEV dan HEV: Mana yang Lebih Irit?
- Pembebasan PPnBM
- Bebas bea masuk
GAC Aion S menawarkan fitur canggih seperti teknologi pengenalan wajah dan sistem pengemudi semi-otonom. Dengan harga yang lebih terjangkau setelah insentif, mobil ini menjadi alternatif menarik di segmen sedan listrik.
Tahun 2025 adalah tahun yang menjanjikan bagi industri mobil listrik di Indonesia. Dengan insentif yang menarik, konsumen memiliki lebih banyak pilihan kendaraan listrik yang sesuai dengan kebutuhan dan anggaran mereka.
Dari Hyundai Ioniq 5 hingga Tesla Model 3, setiap mobil listrik menawarkan keunggulan tersendiri. Langkah ini tidak hanya membantu konsumen tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan lingkungan. (dda)