Setelah proses pembilasan selesai, pastikan saluran pembuangan tertutup rapat. Periksa kembali baut atau katup untuk memastikan tidak ada kebocoran saat cairan baru diisi.
6. Isi Radiator dengan Coolant Baru
Tuangkan coolant baru ke dalam radiator hingga penuh.
BACA JUGA:5 Rekomendasi Mobil Passenger Car dengan Kapasitas Luas dan Harga Terjangkau
BACA JUGA:5 Rekomendasi Mobil SUV Entry Level yang Worth It untuk Dibeli
Jika sistem pendingin mobil juga dilengkapi dengan tangki cadangan (reservoir), pastikan untuk mengisi tangki tersebut hingga mencapai level yang direkomendasikan. Gunakan corong jika perlu agar tidak ada cairan yang tumpah.
7. Periksa Kebocoran
Setelah semua proses selesai, periksa kembali apakah ada kebocoran di sekitar radiator, saluran pembuangan, atau selang-selang lainnya. Jika ada tetesan cairan, pastikan semua sambungan atau baut terpasang dengan benar.
BACA JUGA:5 Mobil Entry-Level Termurah yang Banyak Dicari di Indonesia
BACA JUGA:5 Mobil LCGC Dengan Pajak Tahunan Termurah di Indonesia
8. Uji Coba Kendaraan
Lakukan uji coba kendaraan dengan berkendara singkat. Periksa kembali level coolant di radiator dan tangki cadangan setelah kendaraan digunakan. Tambahkan coolant jika diperlukan.
Mengganti air radiator mobil adalah bagian penting dari perawatan kendaraan yang tidak boleh diabaikan.
Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, kalian bisa memastikan radiator bekerja dengan optimal, mencegah overheating, dan memperpanjang usia mesin mobil. (dda)