Banner v.2

Isi Kekosongan Jabatan, Tujuh Penjabat Kepala Desa di Cilacap Dilantik

Isi Kekosongan Jabatan, Tujuh Penjabat Kepala Desa di Cilacap Dilantik

Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman melantik penjabat Kepala Desa.-JULIUS/RADARMAS-

CILACAP, RADARBANYUMAS.CO.ID - Sebanyak tujuh Penjabat (Pj) Kepala Desa dilantik dan diambil sumpah, Kamis (29/1/2026). Pelantikan berlangsung di Pendopo Wijaya Kusuma Cakti, dan dipimpin langsung oleh Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman.

Pelantikan dilaksanakan untuk mengisi kekosongan jabatan kepala desa, agar roda pemerintahan desa tetap berjalan optimal serta pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu.

Adapun tujuh penjabat kepala desa yang dilantik yakni Grady Grifandi Delevi sebagai Pj Kepala Desa Binangun, Kecamatan Binangun; Farid Masruri sebagai Pj Kepala Desa Dayeuhluhur, Kecamatan Dayeuhluhur; serta Apriyadi sebagai Pj Kepala Desa Hanum, Kecamatan Dayeuhluhur.

Kemudian Suherman dilantik sebagai Pj Kepala Desa Tritih Wetan, Kecamatan Jeruklegi; Tofik Wahyu Hidayah sebagai Pj Kepala Desa Kubangkangkung, Kecamatan Kawunganten; Widhie Astoyo sebagai Pj Kepala Desa Slarang, Kecamatan Kesugihan; serta Tri Ana Febiana sebagai Pj Kepala Desa Purwasari, Kecamatan Wanareja.

BACA JUGA:261 Pejabat Pemkab Cilacap Dilantik, Bupati Tegaskan Bebas Jual Beli Jabatan

Prosesi pelantikan diawali dengan pembacaan keputusan Bupati Cilacap, dilanjutkan pengambilan sumpah jabatan, penandatanganan berita acara, serta pemasangan tanda jabatan oleh Bupati Cilacap.

Bupati Cilacap Syamsul Aulia Rachman menekankan agar para penjabat kepala desa yang baru dilantik dapat menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, menjaga netralitas, serta mengedepankan pelayanan kepada masyarakat.

"Terimakasih kepada plt Kepala Desa sebelumnya dan selamat bertugas bagi penjabat  yang baru, laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab," katanya. 

Bupati juga meminta para Pj Kades untuk menjaga stabilitas pemerintahan desa, memperkuat koordinasi dengan perangkat desa, serta mematuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku selama masa jabatan.

"Menjadi pimpinan harus bisa ngemong, atau apa-apa diomong, maka rangkul semua lapisan masyarakat serta tunjukkan kinerja yang baik," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: