SOKARAJA- Keberadaan papan larangan memberi uang pada Pengemis, Gelandangan dan Orang Terlantar (PGOT) di depan Klenteng Sokaraja tak luput dari sentuhan tangan jahil. Senin (16/5) kemarin, papan larangan tersebut terlihat sudah rusak dan tergeletak di tempat yang tidak semestinya. Kabid Perlindungan, Jaminan, Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Banyumas, Agus Sriyono mengatakan, operasi PGOT yang dilakukan oleh dinas belum mengurangi jumlah PGOT. Agus mengakui kesulitan merubah pola pikir PGOT. Agus menjelaskan, pemerintah tidak bisa berjalan sendiri untuk mengurangi jumlah PGOT. Perlu adanya peran maayarakat maupun organisasi sosial untuk membantu merubah pola pikir para PGOT. "Dengan tidak memberi uang pada PGOT, masyarakat sudah membantu pemerintah," katanya. Menurut dia, apabila PGOT selalu diberi uang secara cuma-cuma maka mereka tidak akan mandiri. Tak hanya itu, rehabilitasi yang disediakan oleh dinas sosial kurang diminati, terutama oleh anak jalanan. Alternatif panti asuhan juga masih kurang diminati. Padahal apabila anak jalanan ditampung di panti asuhan dan panti rehabilitasi maka para anak jalanan tersebut masih bisa menyenyam pendidikan. Dengan pendidikan yang tinggi maka bisa membantu perekonomian keluarga. "Kalau sekolah, berpendidikan tinggi bisa mendapat pekerjaan yang layak. Apabila menjadi anak jalanan maka tidak sekolah. Membujuk mereka tidak mudah," paparnya. Dari puluhan papan larangan yang dipasang di Kabupaten Banyumas, empat diantaranya sudah dirusak oleh tangan jahil. "Untuk yang di Sokaraja masih bisa diperbaiki, dan kami akan perbaiki secepatnya," ujarnya. Tak hanya PGOT di perkotaan, para pemungut koin di Krumput Pageralang juga menjadi sorotan Dinsosnakertrans. Menurut Agus butuh waktu lama untuk mengurangi jumlah pemungut koin. "Apabila ada satu anggota keluarga yang sekolah tinggi, dan itu diharapkan bisa melarang anggota keluarga yang lain agar tidak memungut koin atau tidak menurunkan kegiatan itu pada anaknya," imbuhnya. (Wah)
Papan Larangan PGOT Dirusak Tangan Jahil
Selasa 17-05-2016,16:11 WIB
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 23-07-2026,12:27 WIB
Krisis Air Bersih, Warga Karanggintung Cilacap Rela Berjalan 1 Km Demi Air Bersih
Kamis 23-07-2026,13:04 WIB
Pertengahan Juli, PAD Cilacap Tembus Rp 540 Miliar
Kamis 23-07-2026,15:11 WIB
Semester I 2026, Investasi di Purbalingga Capai Rp534,5 Miliar, Sudah 48,6 Persen dari Target
Kamis 23-07-2026,15:03 WIB
Bumi Hangus Cilacap 1947, Sejarah yang Tak Boleh Terlupakan
Kamis 23-07-2026,17:56 WIB
DinkesPPKB Purbalingga Gencarkan Terapi Pencegahan TBC, Sasar Anak Serumah Pasien dan ODHIV
Terkini
Kamis 23-07-2026,19:13 WIB
Ribuan Mahasiswa KKN UMP Siap Wujudkan Asta Cita Presiden RI
Kamis 23-07-2026,17:56 WIB
DinkesPPKB Purbalingga Gencarkan Terapi Pencegahan TBC, Sasar Anak Serumah Pasien dan ODHIV
Kamis 23-07-2026,17:09 WIB
Program Aquatherapy untuk Anak Berkebutuhan Khusus
Kamis 23-07-2026,17:07 WIB
Kampanye Jo Kawin Bocah Warnai Hari Anak Nasional di Cilacap
Kamis 23-07-2026,16:49 WIB