Pertengahan Juli, PAD Cilacap Tembus Rp 540 Miliar
Ilustrasi pelayanan di kantor Bapenda Cilacap.-JULIUS/RADARMAS-
CILACAP, RADARBANYUMAS.CO.ID - Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Cilacap hingga pertengahan Juli 2026 sudah mencapai sekitar Rp540 miliar.
Jumlah itu hampir setengah dari target PAD tahun ini yang ditetapkan sebesar Rp 1,1 triliun.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Cilacap, Luhur Satrio Muchsin, mengatakan PAD tersebut berasal dari tiga sumber, yaitu pajak daerah, retribusi daerah, dan pendapatan asli daerah lainnya.
Menurut Luhur, Bapenda optimistis target PAD tahun 2026 bisa tercapai, bahkan berpeluang melampaui target hingga akhir tahun.
Untuk mencapai target tersebut, Bapenda terus mengintensifkan penarikan pajak, termasuk Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), serta mengoptimalkan sumber pendapatan daerah lainnya.
BACA JUGA:Pendapatan Daerah dari Sektor PPB Capai 24 Persen, Bapenda Optimistis Target Tercapai
Selain itu, Bapenda juga melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan penerimaan daerah, salah satunya dengan memperkuat kerja sama dengan sejumlah lembaga dan organisasi perangkat daerah (OPD).
"Langkah ini dilakukan agar potensi pendapatan di setiap sektor bisa dimaksimalkan," tandasnya.
Bapenda juga terus mendorong masyarakat agar membayar pajak tepat waktu.
Selain dapat menghindari tunggakan, pembayaran pajak tepat waktu juga membantu pemerintah daerah dalam membiayai berbagai program pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.
"Kami optimistis target PAD tahun ini bisa tercapai, bahkan melampaui target, dengan terus mengoptimalkan penerimaan dari berbagai sektor," kata Luhur.
Ia berharap dukungan masyarakat dan semua pihak terus terjaga sehingga target pendapatan daerah tahun 2026 dapat tercapai sesuai yang diharapkan.
"Semakin tinggi PAD yang diperoleh, semakin besar pula kemampuan daerah dalam mendukung pembangunan infrastruktur di Kabupaten Cilacap," pungkasnya. ***
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
