3. Penyimpanan yang Tepat
Jika Anda tidak akan menggunakan motor listrik dalam jangka waktu yang lama, simpan motor di tempat yang sejuk dan kering.
Hindari menyimpan motor di tempat yang terlalu panas atau terlalu dingin, karena suhu ekstrem dapat merusak baterai. Selain itu, pastikan baterai tidak disimpan dalam kondisi benar-benar kosong atau penuh. Idealnya, baterai harus disimpan dengan kapasitas sekitar 50-60%.
4. Pemeriksaan Rutin Kondisi Baterai
Lakukan pemeriksaan rutin pada kondisi baterai dan sistem pengisian daya. Periksa apakah ada tanda-tanda kerusakan fisik, seperti bengkak atau bocor, yang bisa mengindikasikan masalah serius pada baterai.
Jika Anda menemukan tanda-tanda tersebut, segera hubungi layanan purna jual atau teknisi profesional untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
5. Menghindari Penggunaan Ekstrem
Menggunakan motor listrik secara ekstrem, seperti akselerasi mendadak, berkendara dengan beban berat, atau berkendara di medan yang sangat terjal, dapat membebani baterai dan memperpendek umur pakainya.
Cobalah untuk berkendara dengan lebih halus dan hindari penggunaan yang terlalu berat pada motor listrik. Ini akan membantu mengurangi stres pada baterai dan meningkatkan efisiensi penggunaan energi.
6. Pembaruan Perangkat Lunak
Pabrikan motor listrik sering kali merilis pembaruan perangkat lunak yang dapat meningkatkan efisiensi manajemen baterai dan kinerja keseluruhan kendaraan.
Pastikan Anda selalu menginstal pembaruan perangkat lunak yang tersedia untuk motor listrik Anda. Pembaruan ini dapat memberikan peningkatan dalam algoritma pengisian daya, pengelolaan suhu baterai, dan berbagai fitur lain yang membantu menjaga baterai dalam kondisi optimal.