Hikikomori: Fenomena Masalah Kesehatan Mental yang Ada di Jepang

Sabtu 23-03-2024,10:19 WIB
Reporter : Dhani Dwi
Editor : Susi Dwi Apriani

- Teknologi dan Internet

Meskipun teknologi modern memberikan akses yang luas ke informasi dan interaksi sosial, penggunaan yang berlebihan atau tidak sehat dari teknologi dapat menyebabkan isolasi sosial dan ketergantungan pada interaksi online, menyebabkan orang menarik diri dari dunia nyata.

Penanganan Hikikomori Oleh Pemerintah Jepang 

Pemerintah Jepang telah mengambil beberapa langkah untuk menangani masalah hikikomori, meskipun tantangan ini masih dihadapi dalam upaya untuk mengatasi fenomena ini. Beberapa langkah yang telah diambil oleh pemerintah Jepang termasuk:

- Studi dan Penelitian

Pemerintah Jepang telah melakukan studi dan penelitian yang lebih lanjut untuk memahami lebih baik faktor-faktor penyebab dan karakteristik individu yang mengalami hikikomori. Ini membantu dalam merancang strategi penanganan yang lebih efektif.

- Pendidikan dan Kesadaran Masyarakat

Pemerintah telah berusaha meningkatkan kesadaran masyarakat tentang masalah hikikomori melalui kampanye pendidikan dan informasi. 

Ini bertujuan untuk menghilangkan stigma yang terkait dengan hikikomori dan mendorong individu yang mengalami masalah ini untuk mencari bantuan.

- Pelayanan Kesehatan Mental

Pemerintah telah meningkatkan akses terhadap layanan kesehatan mental, termasuk terapi dan konseling, bagi individu yang mengalami hikikomori. 

Ini mencakup pendanaan untuk layanan kesehatan mental di berbagai wilayah dan pengembangan program dukungan komunitas.

BACA JUGA:Sering Menghindari Aktivitas Sosial? Itu Gejala Gangguan Kesehatan Mental Skizoid

BACA JUGA:Dampak Positif dan Negatif Kpop Bagi Kesehatan Mental

Hikikomori bukanlah sekadar fenomena sosial di Jepang, tetapi juga merupakan gangguan kesehatan mental yang kompleks dengan dampak yang signifikan. (dda)

Kategori :