Banner v.2

Target Vaksinasi PMK Purbalingga Turun Jadi 7.500 Dosis, Fokus Vaksin Ulang dan Sapi Baru

Target Vaksinasi PMK Purbalingga Turun Jadi 7.500 Dosis, Fokus Vaksin Ulang dan Sapi Baru

Vaksinasi PMK di Desa Karangsari, Kecamatan Karangmoncol, pada September 2025 lalu. Tahun 2026, target vaksinasi PMK di Purbalingga diturunkan menjadi 7.500 dosis.-Dok. DPPP Purbalingga-

PURBALINGGA, RADARBANYUMAS.DISWAY.ID – Target vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kabupaten Purbalingga tahun 2026 diturunkan drastis menjadi 7.500 dosis. Angka ini merosot hampir separuh dibandingkan target 2025 yang mencapai 14.150 dosis.

Penurunan target vaksinasi PMK ini diklaim bukan karena melemahnya kewaspadaan, melainkan hasil evaluasi kondisi populasi ternak di lapangan. Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan (DPPP) menilai sebagian besar sapi sudah mendapatkan vaksin, bahkan vaksin ulangan.

Kepala Bidang Perlindungan Pertanian DPPP Purbalingga, Edi Setyana, mengatakan program vaksinasi tahun ini lebih diarahkan untuk menjaga kekebalan ternak yang sudah terbentuk. Fokus utama diberikan pada vaksin ulang dan sapi yang baru lahir.

“Sapi sudah semua tervaksin, bahkan sudah vaksin ulang. Jadi tahun 2026 ini lebih ke melanjutkan vaksin ulang, meskipun kalau ada kelahiran baru itu yang kami utamakan,” kata Edi, Jumat (30/1/2026).

BACA JUGA:Realisasi Vaksinasi PMK di Purbalingga Capai 8.736 Dosis

Ia menjelaskan, pengambilan vaksin PMK dari dinas provinsi dilakukan pada hari yang sama. Pelaksanaan vaksinasi dijadwalkan mulai awal Februari dan menyasar seluruh wilayah Kabupaten Purbalingga.

Menurut Edi, meski target vaksinasi PMK menurun, pengawasan tetap diperketat. Data vaksinasi tahun sebelumnya digunakan sebagai acuan untuk menentukan lokasi dan ternak yang perlu mendapat vaksin ulang.

Selain vaksinasi, upaya pencegahan PMK juga dilakukan melalui pemberian desinfektan untuk kandang dan lingkungan peternakan. Langkah ini dinilai penting untuk menekan potensi penularan penyakit.

“Komunikasi, informasi, dan edukasi tentang pencegahan serta penanggulangan PMK terus kami sampaikan kepada peternak,” ujarnya.

BACA JUGA:Cegah PMK, Distapang Kebumen Gencarkan Vaksinasi

DPPP juga mengingatkan peternak agar lebih waspada saat mendatangkan sapi dari luar daerah. Setiap ternak wajib dilengkapi Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) sebagai bukti kondisi kesehatan.

Edi menegaskan, meski target vaksinasi PMK di Purbalingga turun, pengendalian penyakit tetap menjadi prioritas agar tidak muncul kembali kasus besar seperti tahun-tahun sebelumnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: