Banner v.2

Produksi Tas Kulit di Desa Tlaga Gumelar Banyumas Belum Layani Ekspor

Produksi Tas Kulit di Desa Tlaga Gumelar Banyumas Belum Layani Ekspor

Produksi tas kulit di Desa Tlaga Kecamatan Gumelar Kabupaten Banyumas-YUDHA IMAN PRIMADI/RADARMAS-

BANYUMAS, RADARBANYUMAS,DISWAY.ID - Terletak di pinggiran Kabupaten BANYUMAS, produksi tas kulit dari Desa Tlaga Kecamatan Gumelar belum melayani ekspor.

Koordinator pekerja, Suyadi mengatakan, untuk melayani permintaan pasar lokal di Banyumas saja pihaknya kerap kewalahan. Pemesanan produksi tas kulit asli Desa Tlaga Kecamatan Gumelar Kabupaten Banyumas, sampai saat ini relatif stabil dan mengalir. Produksi tas kepada satu pemegang merek dagang di Kota Purwokerto juga masih rutin berjalan. 

"Untuk ekspor belum. Sementara fokus pemenuhan pasar lokal," katanya, Jumat (22/9/2023).

Suyadi menjelaskan, untuk stok bahan kulit asli relatif tercukupi dan tidak ada kendala. Justru yang terkadang mengalami kelangkaan untuk ketersediaan bahan kulit sintetis. Tidak terpengaruh oleh cuaca, dalam proses produksinya terutama pewarnaan pihaknya memakai semacam blower untuk membantu pengeringan.

BACA JUGA:12 Tahun Mangkrak, Pasar Desa Ajibarang Kulon Banyumas Butuh Bantuan Pemkab

BACA JUGA:Bupati Banyumas Mutasi Puluhan Pejabat, Lima Diantaranya Eselon II

Untuk mesin, beberapa unit merupakan bantuan dari dinas teknis. Satu mesin jahit dengan satu orang penjahit dibantu satu orang kernet maksimal dapat memproduksi tas kulit antara 20 sampai 30 tas per hari. 

"Akhir bulan lalu telah digelar pelatihan disini dari kabupaten (Desa Tlaga) khususnya untuk warga lokal Kecamatan Gumelar," terang dia.

Disinggung mengenai letak tempat produksi tas kulit yang jauh dari perkotaan, hal tersebut justru menjadi kelebihan tersendiri industri rumahan tas kulit Desa Tlaga. Ketenangan dalam bekerja sangat berpengaruh pada hasil jahitan. Dengan tingkat kesulitan yang lebih tinggi dibandingkan menjahit pakaian, pekerja justru senang dengan lingkungan kerja yang jauh dari keramaian.

"Pekerja bisa menginap. Dengan jam bekerja sampai malam, kebutuhan tempat istirahat diperhatikan," pungkas Suyadi. (yda)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: