Shelter Tsunami Cilacap Dibangun, Ditarget Selesai Juli 2027
Sosialisasi pembangunan shelter tsunami di Kabupaten Cilacap.-JULIUS/RADARMAS-
CILACAP, RADARBANYUMAS.CO.ID - Pembangunan shelter tsunami di Kabupaten Cilacap mulai dilaksanakan. Bangunan yang disiapkan sebagai tempat evakuasi masyarakat pesisir, ditargetkan selesai pada Juli 2027.
Kepala Pelaksana BPBD Cilacap Taryo mengatakan, pembangunan shelter menjadi bagian penting dalam memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi tsunami.
Menurutnya, keberadaan shelter tidak hanya membutuhkan bangunan yang kuat, tetapi juga harus didukung kesiapan masyarakat dalam memanfaatkannya saat terjadi bencana.
"Shelter ini menjadi salah satu sarana untuk mendukung upaya evakuasi masyarakat ketika terjadi bencana tsunami," kata Taryo, Kamis (1/10/2026).
Pembangunan shelter merupakan proyek Kementerian Pekerjaan Umum, dengan nilai kontrak pekerjaan konstruksi sekitar Rp 83,25 miliar.
Pekerjaan dilaksanakan PT Nindya Beton, sedangkan manajemen konstruksi dilakukan PT Widya dengan nilai kontrak sekitar Rp 2,54 miliar.
BACA JUGA:Uji Coba Sirine Tsunami, BPBD Cilacap Evaluasi Sistem Peringatan Dini
Taryo mengatakan, pembangunan shelter juga membutuhkan koordinasi antara pemerintah daerah, kecamatan, kelurahan, instansi terkait, serta pihak pelaksana pekerjaan.
"Koordinasi ini penting agar pembangunan berjalan sesuai rencana dan nantinya shelter benar-benar bisa mendukung kebutuhan masyarakat," ujarnya.
Pekerjaan konstruksi berlangsung selama 300 hari kalender, mulai 25 September 2026 hingga 21 Juli 2027. Setelah pembangunan selesai, terdapat masa pemeliharaan selama 360 hari.
Shelter dirancang sebagai bangunan tahan gempa dan memiliki kemampuan menghadapi arus atau gelombang tsunami.
Selain sebagai tempat evakuasi saat terjadi bencana, bangunan tersebut nantinya dapat dimanfaatkan sebagai fasilitas umum ketika kondisi normal.
Pembangunan meliputi pekerjaan pondasi dan struktur, arsitektur, mekanikal, elektrikal dan plambing, penataan kawasan, serta penerapan sistem manajemen keselamatan konstruksi.
"Harapannya, shelter ini bisa menjadi bagian dari mitigasi bencana tsunami sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat di wilayah pesisir Cilacap," pungkas Taryo. ***
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

