Transaksi QRIS Banyumas Raya Tembus Rp12,91 Triliun, Pembayaran Digital Terus Berkembang
Menggunakan OCTO Mobile, pelanggan melakukan pembayaran di Pondok Kopi dan Seni Kebon, Baturraden, Kabupaten Banyumas, Jumat (2/10/2026).-DIMAS PRABOWO/RADARMAS-
PURWOKERTO, RADARBANYUMAS.CO.ID – Transaksi pembayaran menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di wilayah Banyumas Raya mencapai Rp12,91 triliun sepanjang Januari hingga Agustus 2026. Jumlah tersebut berasal dari total 172,01 juta transaksi yang tercatat di wilayah kerja Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Purwokerto.
Capaian tersebut didukung semakin luasnya penggunaan pembayaran digital di masyarakat. Hingga Agustus 2026, jumlah merchant atau pedagang yang telah menyediakan layanan QRIS di wilayah Banyumas Raya tercatat mencapai 668.678 merchant.
Kepala Perwakilan BI Purwokerto Aswin Gantina mengatakan, perluasan akseptasi dan penggunaan QRIS terus dilakukan untuk mendorong semakin banyak kelompok masyarakat memanfaatkan pembayaran digital.
"Edukasi dan aktivasi QRIS terus kami lakukan kepada berbagai segmen masyarakat, mulai dari masyarakat umum, pelajar dan mahasiswa, UMKM dan pedagang pasar, pondok pesantren, komunitas perempuan, hingga kelompok lanjut usia," ujarnya, Senin (28/9/2026)
BACA JUGA:ShopeePay Dukung Adopsi QRIS Nasional, Hadirkan Pasti Cashback Saldo hingga Rp100.000 untuk Pengguna
Menurutnya, penguatan ekosistem pembayaran digital tidak hanya dilakukan melalui penambahan merchant, tetapi juga dengan mendorong penggunaan QRIS agar semakin meluas di berbagai kawasan.
Salah satu upaya yang dilakukan yakni melalui pengembangan Zona QRIS. Dalam program tersebut, kawasan dipetakan ke dalam tiga kategori, yaitu Prime Zone, Growth Zone, dan Basic Zone berdasarkan perkembangan akseptasi serta transaksi QRIS.
Pemetaan tersebut diharapkan menjadi dasar penentuan program perluasan transaksi digital yang lebih tepat sasaran. BI juga mendorong agar pengembangan Zona QRIS dapat terintegrasi dengan ekosistem pemerintah daerah dan digitalisasi layanan publik.
Ke depan, BI Purwokerto bersama pemerintah daerah, perbankan, perguruan tinggi, pelaku usaha, dan komunitas berkomitmen memperkuat ekosistem pembayaran digital yang inklusif dan inovatif serta memberikan manfaat bagi perekonomian Banyumas Raya.
Perkembangan transaksi digital tersebut juga diikuti inovasi instrumen pembayaran. Salah satunya melalui peluncuran Kartu Kredit Indonesia (KKI) Ritel oleh PT Bank CIMB Niaga Tbk pada Agustus 2026.
Produk tersebut merupakan bagian dari inisiatif Bank Indonesia bersama Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) untuk memperkuat sistem pembayaran domestik sekaligus memperluas penggunaan transaksi non-tunai.
CIMB Niaga menjadi salah satu dari delapan bank pertama yang ditunjuk untuk menerbitkan KKI Ritel. Kartu tersebut dirancang untuk mendukung pembayaran menggunakan QRIS dengan sumber dana kartu kredit melalui aplikasi OCTO.
Head of Consumer Lending Business CIMB Niaga Eric Augie Saputra mengatakan, peluncuran KKI Ritel menjadi bagian dari dukungan perbankan terhadap penguatan sistem pembayaran nasional.
"Kami bangga menjadi bagian dari sejumlah bank pertama yang dipercaya untuk menghadirkan KKI Ritel kepada masyarakat. Inisiatif ini sejalan dengan komitmen kami untuk terus mendukung upaya pemerintah dan Bank Indonesia dalam meningkatkan literasi serta inklusi keuangan, menghadirkan pilihan instrumen pembayaran yang aman dan nyaman bagi nasabah, sekaligus memperkuat sistem pembayaran domestik," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (1/10/2026).
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
