Banner Honda

Ayam MBG MAN 2 Banyumas Positif Dua Bakteri, Hasil Laboratorium Diterima Madrasah

Ayam MBG MAN 2 Banyumas Positif Dua Bakteri, Hasil Laboratorium Diterima Madrasah

Penyampaian hasil pemeriksaan sampel makanan KLB Mikrobiologi di MAN 2 Banyumas dari puskesmas pada pihak madrasah.-YUDHA IMAN/RADARMAS-

PURWOKERTO, RADARBANYUMAS.CO.ID — Hasil pemeriksaan sampel makanan dalam Kejadian Luar Biasa (KLB) Mikrobiologi di MAN 2 Banyumas akhirnya diterima madrasah pekan ini. Pemeriksaan Balai Laboratorium Kesehatan Masyarakat dan Pengujian Alat Kesehatan Provinsi Jawa Tengah menemukan bakteri Bacillus cereus dan Escherichia coli pada sampel ayam dadu bumbu woku.

Hasil tersebut disampaikan Puskesmas Purwokerto Timur I kepada pihak madrasah berdasarkan pemeriksaan sampel makanan dan buah program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikonsumsi murid MAN 2 Banyumas pada 10 Agustus 2026. Menu yang diperiksa terdiri atas nasi putih, ayam dadu bumbu woku, oreg tempe, tumis pokcay jagung, dan anggur merah.

Sanitarian Puskesmas Purwokerto Timur I, Atika Kusumaastuti mengatakan, pemeriksaan sampel menu besar dilakukan di Balai Laboratorium Kesehatan Masyarakat dan Pengujian Alat Kesehatan Provinsi Jawa Tengah pada 27 Agustus 2026. Dari lima sampel yang diperiksa, empat sampel dinyatakan negatif dari bakteri Salmonella SP, Bacillus cereus, Staphylococcus aureus, dan Escherichia coli.

"Hanya di ayam dadu bumbu woku positif bakteri Bacillus cereus dan Escherichia Coli," katanya.

BACA JUGA:Harga Ayam Banyumas Naik Rp45 Ribu, MBG Dongkrak Kebutuhan Pasar

Atika menjelaskan, dari hasil penilaian di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mersi 2 ditemukan adanya tumpang tindih dalam proses pemasakan. Produksi menu MBG di SPPG Mersi 2 dilakukan empat kali masak atau empat batch, yakni batch pertama untuk balita dan bumil, kedua untuk murid TK, ketiga untuk murid MTs, dan terakhir untuk murid MAN 2 Banyumas.

"Tetapi ternyata misal makanan untuk murid MTs yang seharusnya di batch tiga sebagian mengambil makanan di batch dua. Sama dengan yang untuk murid MAN 2 Banyumas, sebagian makanan mengambil di batch sebelumnya. Bisa jadi masaknya sudah terlalu lama," terang dia.

Dilanjutkannya, sampel makanan yang diperiksa di Balai Laboratorium Kesehatan Masyarakat dan Pengujian Alat Kesehatan Provinsi Jawa Tengah diambil dari SPPG Mersi 2. SPPG menyimpan sebagian porsi makanan untuk sampel selama tiga hari sebagai antisipasi jika terjadi keracunan MBG seperti yang terjadi di MAN 2 Banyumas.

"Bakteri Bacillus cereus mengakibatkan Diare dan Escherichia Coli sakit perut," pungkasnya.

Waka Humas MAN 2 Banyumas, Muhammad Fahmi memastikan hasil pemeriksaan sampel makanan MBG yang dikonsumsi murid penting diketahui secara jelas dan pasti. Hasil tersebut akan diteruskan kepada orangtua dan wali murid, terlebih tidak lama lagi akan dilangsungkan rapat pleno antara komite bersama orangtua dan wali murid.

"Hasil pemeriksaan dari Balai Laboratorium Kesehatan Masyarakat dan Pengujian Alat Kesehatan Provinsi Jawa Tengah juga sebagai laporan pada orangtua wali murid jika ada yang menanyakan," ungkapnya.

Kepala SPPG Mersi 2, Desanti Puspa Zahrani memohon maaf atas kejadian yang dialami murid MAN 2 Banyumas terkait MBG. Sejak pemberhentian operasional sementara oleh pusat pascakejadian tersebut, SPPG Mersi 2 melakukan pembenahan.

"Dapur juga sudah direnovasi," katanya.

Desanti meminta kepada pihak MAN 2 Banyumas, jika MBG kembali berjalan bagi murid yang bersedia menerima, madrasah menyiapkan ruang tertutup untuk penempatan MBG seperti di MTs. Hal tersebut untuk mengantisipasi terulangnya keracunan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: