Karhutla Mengintai di Puncak Kemarau, BPBD Cilacap Minta Warga Siaga
BPBD Cilacap dan Kodim memberikan pengarahan mengenai kesiapsiagaan menghadapi Karhutla.-JULIUS/RADARMAS-
CILACAP, RADARBANYUMAS.CO.ID - BPBD Kabupaten Cilacap meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah puncak musim kemarau.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cilacap, Taryo mengatakan, berdasarkan prediksi BMKG, puncak musim kemarau tahun ini terjadi pada Agustus hingga September.
Kondisi tersebut membuat risiko kekeringan dan karhutla meningkat.
Hal tersebut disampaikan Taryo saat menghadiri kegiatan pengarahan Komandan Kodim 0703/Cilacap dalam rangka kesiapsiagaan karhutla di Pendopo Kecamatan Kawunganten, Rabu (2/9/2026).
"Agustus dan September ini merupakan puncak musim kemarau. Jadi kita harus meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan," kata Taryo.
BACA JUGA:Kemarau Panjang, Warga Cilacap Diminta Cegah Kebakaran Lahan
Kejadian karhutla di Cilacap juga masih perlu diwaspadai.
Sejak 13 Juli 2026, sejumlah kejadian kebakaran lahan terjadi di beberapa wilayah dan masih ditemukan hingga Agustus.
"Kondisi kemarau tahun ini diperkirakan hampir sama dengan 2023. Karena itu, potensi kekeringan yang bisa memicu karhutla harus kita antisipasi bersama," ujarnya.
Taryo menambahkan, pencegahan karhutla tidak bisa dilakukan oleh satu pihak.
Pemerintah, TNI, Polri, Perhutani, BPBD, Masyarakat Peduli Api (MPA), dan warga perlu saling membantu dan berkoordinasi.
Ia berharap masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di sekitar kawasan hutan ikut menjaga lingkungan.
Jika melihat asap atau titik api, masyarakat diminta segera melaporkannya agar bisa ditangani lebih cepat.
Menurut Taryo, dampak kemarau masih dirasakan warga di sejumlah wilayah di Cilacap.
BACA JUGA:Kebakaran Lahan Dekat Rel Ganggu Perjalanan Kereta di Cilacap
Saat ini, kesulitan air bersih masih terjadi di 18 kecamatan dan 55 desa.
BPBD bersama sejumlah pihak terus menyalurkan bantuan air bersih kepada warga yang membutuhkan.
Hingga saat ini, sebanyak 607 tangki atau sekitar 3,145 juta liter air bersih telah disalurkan.
Taryo mengatakan, bantuan air bersih akan terus diberikan dengan melihat kondisi dan kebutuhan di masing-masing wilayah. ***
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

