Trans Banyumas Berhenti, Bus Mikro Kembali Ramai, Penumpang Angkutan Konvensional Meningkat
Trans Banyumas berhenti sementara, bus mikro kembali ramai dan jumlah penumpang angkutan konvensional meningkat.-FIJRI RAHMAWATI/RADARMAS-
BANYUMAS, RADARBANYUMAS.CO.ID - Berhentinya sementara operasional Trans Banyumas membawa dampak langsung bagi angkutan umum konvensional. Bus mikro yang sebelumnya kehilangan sebagian penumpang kini mulai kembali diminati masyarakat.
Jasa bus mikro yang melintasi rute Terminal Kejawar-RSUD Banyumas hingga Terminal Bulupitu Purwokerto mulai merasakan peningkatan jumlah penumpang, Rabu (2/9). Terutama pada jam-jam masyarakat berangkat dan pulang beraktivitas.
Salah satu sopir bus mikro, Tuhardi, mengatakan armadanya kini lebih sering terisi penumpang di sejumlah titik. Kondisi tersebut membuat perjalanan bus mikro menjadi lebih produktif dibandingkan saat Trans Banyumas masih beroperasi.
“Jelas ada perbedaannya, sejak bus Trans Banyumas berhenti sementara, penumpang bus mikro mulai ramai lagi,” kata Tuhardi, Rabu (2/9) di Terminal Kejawar-RSUD Banyumas. Menurutnya, peluang mendapatkan penumpang kini lebih besar dibandingkan sebelumnya.
BACA JUGA:Trans Banyumas Berhenti, Awak Menanti, Pelajar Ikut Terdampak
Kondisi tersebut turut berdampak positif terhadap pendapatan sopir bus mikro. Meski jumlah perolehan setiap hari tidak selalu pasti, Tuhardi mengaku penghentian sementara Trans Banyumas membuka peluang lebih besar bagi angkutan konvensional untuk mendapatkan penumpang.
Sopir bus mikro lainnya, Yadi, menuturkan kehadiran Trans Banyumas sebelumnya membuat persaingan antarmoda transportasi semakin ketat. Angkutan umum konvensional seperti bus mikro semakin terpinggirkan, terutama dalam menarik penumpang di sepanjang rute yang sama.
"Tidak ada Trans Banyumas, penumpang bus miko yang sebelumnya hilang sekarang muncul lagi," sambung Yadi. Ia menilai penghentian sementara layanan tersebut langsung memengaruhi pilihan masyarakat dalam menggunakan transportasi umum.
Para sopir bus mikro juga menyoroti semakin beragamnya moda transportasi yang kini tersedia bagi masyarakat. Selain angkutan umum konvensional, masyarakat memiliki banyak pilihan layanan transportasi berbasis aplikasi untuk memenuhi kebutuhan mobilitas.
Pemerintah juga menyediakan bus sekolah gratis yang menjadi alternatif bagi pelajar dalam melakukan perjalanan sehari-hari. Beragamnya pilihan transportasi tersebut membuat persaingan dalam menarik penumpang semakin besar bagi angkutan umum konvensional.
Menurut para sopir bus mikro, penghentian sementara operasional Trans Banyumas menunjukkan bahwa keberadaan moda transportasi tersebut memiliki pengaruh besar terhadap pergerakan penumpang. Ketika layanan Trans Banyumas tidak beroperasi, sebagian masyarakat kembali menggunakan angkutan umum, termasuk bus mikro. ***
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
