Banner v.2

2026, Smart City Purbalingga Kembangkan Layanan Publik Berbasis Elektronik

2026, Smart City Purbalingga Kembangkan Layanan Publik Berbasis Elektronik

Kepala Dinkominfo Purbalingga R Budi Setiawan menjelaskan perkembangan Smart City yang mulai menyasar layanan publik berbasis elektronik.-Aditya/Radarmas-

PURBALINGGA, RADARBANYUMAS.DISWAY.ID - Program Smart City di Purbalingga mulai bergeser ke pelayanan publik berbasis elektronik pada 2026. Sebelumnya, pengembangan difokuskan pada tata kelola pemerintahan.

Tahap awal Smart City diarahkan pada penguatan SPBE. Fokus utamanya adalah membangun sistem pemerintahan berbasis digital.

Plt Sekretaris Dinkominfo Purbalingga Baryati menjelaskan, fase awal masih pada smart governance. Penguatan sistem internal menjadi prioritas utama.

“Pada tahun-tahun awal kebijakan Smart City kita masih pada smart governance, sehingga fokusnya membangun sistem pemerintahan berbasis elektronik," ungkapnya.

BACA JUGA:Pemkab Purbalingga Dukung Pembatasan Akses Digital Anak, Siapkan Raperda Anti-Bullying

Memasuki 2026, pengembangan mulai menyasar layanan publik. Berbagai layanan administrasi kini telah menggunakan aplikasi digital.

“Berbagai layanan administrasi pemerintahan saat ini telah menggunakan aplikasi digital,” tambahnya.

Sejumlah sistem juga telah terintegrasi dengan platform nasional. Salah satunya Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) untuk perencanaan hingga pengelolaan keuangan.

Digitalisasi juga menyentuh layanan langsung ke masyarakat. Di antaranya penerapan e-retribusi pasar dan pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan secara elektronik.

BACA JUGA:Digitalisasi Layanan Kesehatan Primer di Purbalingga Diapresiasi Menkes Budi Gunadi Sadikin

Kepala Dinkominfo Purbalingga R Budi Setiawan menyebut Smart City mencakup berbagai dimensi. Mulai dari pemerintahan, ekonomi, masyarakat hingga lingkungan.

Sejumlah inovasi terus dikembangkan untuk masyarakat. Di antaranya layanan administrasi kependudukan Anak Ceria Jipat dan Kampung Inggris Purbalingga (KEEP).

Pemkab juga menghadirkan platform Kepenak Ngodene. Platform ini mempertemukan pencari kerja dengan pemberi kerja secara digital.

“Melalui berbagai inovasi tersebut kami berharap masyarakat dapat merasakan langsung kemudahan layanan serta peluang ekonomi yang lebih luas melalui pemanfaatan teknologi digital,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: