Banner v.2

Mitigasi Risiko Kebakaran Kapal, PPS Cilacap Gelar Simulasi Penanganan Kebakaran Kapal

Mitigasi Risiko Kebakaran Kapal, PPS Cilacap Gelar Simulasi Penanganan Kebakaran Kapal

PPS Cilacap beserta petugas gabungan lakukan simulasi pemadaman Kapal nelayan yang terbakar.-JULIUS/RADARMAS-

CILACAP, RADARBANYUMAS.CO.ID - Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Cilacap menggelar apel siaga sekaligus simulasi penanganan kebakaran kapal di kawasan pelabuhan. 

Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan petugas dan fasilitas dalam menghadapi potensi kebakaran, terutama menjelang meningkatnya aktivitas kapal saat Lebaran.

Direktur Perizinan Kenelayanan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Ukon Ahmad Furkon mengatakan, apel siaga tersebut merupakan bagian dari langkah mitigasi bencana di kawasan pelabuhan perikanan.

"Jadi salah satu puncak kedatangan kapal di Indonesia memang menjelang Lebaran, khususnya di Pulau Jawa. Karena itu kita memastikan kesiapan seluruh pihak melalui apel siaga ini," ujar Ukon, Sabtu (14/3/2026).

BACA JUGA:Investor Asal Cina Lirik PPSC, Cilacap Bidik Ekspor 1.000 Kontainer per Bulan

Ia menjelaskan, kegiatan serupa tidak hanya dilaksanakan di PPS Cilacap, tetapi juga dilakukan secara serentak di sejumlah pelabuhan perikanan lain di Indonesia.

"Apel siaga ini tidak hanya dilakukan di Cilacap, tapi juga di berbagai wilayah lain seperti Tegal, Indramayu di Karangsong, Pati, dan daerah lainnya," jelasnya.

Dalam kegiatan tersebut, PPS Cilacap menggandeng berbagai pihak, mulai dari KKP, Basarnas, TNI, Polri, hingga petugas pemadam kebakaran (Damkar).

Selain itu, sejumlah nelayan yang tergabung dalam Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Cilacap juga turut dilibatkan.

BACA JUGA:Akibat Ombak Tinggi, Hasil Tangkapan Ikan di PPSC Cilacap Turun hingga 40 Persen

Melalui simulasi yang dilakukan, petugas memperagakan penanganan kebakaran kapal dengan menggunakan berbagai peralatan pemadam kebakaran yang tersedia di pelabuhan.

Ukon menambahkan, kegiatan ini bertujuan memastikan seluruh fasilitas dan personel siap siaga dalam menghadapi potensi kejadian darurat.

"Potensi kebakaran dan berbagai kemungkinan lainnya kita simulasikan, sekaligus memastikan seluruh fasilitas yang ada benar-benar siap digunakan," katanya.

Selain itu, langkah tersebut juga dilakukan untuk memastikan pelayanan di pelabuhan tetap berjalan optimal serta meminimalkan risiko kejadian yang tidak diinginkan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: