Banner v.2

Stok Beras Banyumas Aman Jelang Lebaran, Bulog Kuasai Lebih dari 56 Ribu Ton

Stok Beras Banyumas Aman Jelang Lebaran, Bulog Kuasai Lebih dari 56 Ribu Ton

Tim dari Perum Bulog Kantor Cabang Banyumas, saat melakukan penyerapan gabah dari petani. -BULOG UNTUK RADARMAS-

PURWOKERTO, RADARBANYUMAS.CO.ID – Ketersediaan beras di wilayah Banyumas Raya dipastikan aman menjelang Lebaran. Perum Bulog Kantor Cabang Banyumas mencatat stok beras yang dikuasai saat ini telah mencapai lebih dari 56 ribu ton.

Jumlah tersebut dipastikan masih akan terus bertambah seiring meningkatnya penyerapan gabah petani pada musim panen yang sedang berlangsung. Hal ini dilakukan untuk memperkuat cadangan pangan pemerintah di wilayah Banyumas Raya.

Pemimpin Perum Bulog Kantor Cabang Banyumas, Prawoko Setyo Aji mengatakan penguatan stok dilakukan melalui optimalisasi penyerapan gabah petani. Wilayah penyerapan meliputi Kabupaten Banyumas, Cilacap, Purbalingga, dan Banjarnegara.

“Stok beras aman dan terus bertambah sehingga masyarakat tidak perlu khawatir apalagi melakukan panic buying. Petani tetap terlindungi, konsumen juga tetap mendapatkan harga beras yang stabil,” katanya saat menghadiri acara buka bersama media, Rabu (11/3/2026).

Ia menjelaskan realisasi pengadaan beras pada 2026 hingga 10 Maret telah mendekati 10 ribu ton setara beras. Jumlah tersebut merupakan bagian dari target pengadaan tahun ini yang mencapai 78.373 ton.

“Realisasi pengadaan hingga kemarin (10/3/2026) hampir mencapai 10 ribu ton setara beras yang berasal dari penyerapan gabah kering panen sekitar 16.684 ton serta beras sekitar 837 ton,” jelasnya.

Sebagian besar gabah yang diserap berasal dari program Serap Gabah Petani (Sergap). Penyerapan dilakukan melalui mitra penggilingan serta tim jemput pangan Bulog yang turun langsung ke lapangan.

Dalam proses penyerapan tersebut, Bulog memastikan kualitas gabah yang dibeli sesuai dengan ketentuan. Proses pengecekan juga melibatkan penyuluh pertanian lapangan (PPL) serta TNI melalui Babinsa.

Prawoko menjelaskan Bulog membeli gabah kering panen milik petani dengan harga Rp6.500 per kilogram. Skema pembelian dilakukan dengan sistem any quality selama gabah telah memasuki usia panen.

“Setiap titik penyerapan diketahui oleh PPL yang memastikan gabah tersebut memang sudah masuk usia panen sehingga hasil pengolahan menjadi beras nantinya juga berkualitas,” ujarnya.

Menurutnya, petani biasanya menempatkan gabah hasil panen di pinggir jalan sehingga memudahkan proses pengangkutan oleh armada Bulog. Proses pengangkutan dilakukan setelah gabah diperiksa oleh petugas di lapangan.

Bulog juga mengimbau petani yang ingin menjual gabahnya agar menyiapkan hasil panen dalam kondisi baik. Hal ini penting agar proses penggilingan menghasilkan rendemen beras yang optimal.

Di antaranya dengan memastikan gabah bersih dari kotoran, cukup kering panen, butiran padi terisi sempurna, serta minim butir hijau maupun rusak.

Prawoko menambahkan penyerapan gabah diperkirakan terus meningkat seiring meluasnya masa panen di wilayah Banyumas Raya. Puncak panen diprediksi terjadi pada akhir Maret hingga April dan dapat berlangsung sampai awal Mei 2026.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: