Banner v.2

Eternit KUA Kedungbanteng Banyumas Ambrol, Hujan Angin Picu Kerusakan Lantai Dua

Eternit KUA Kedungbanteng Banyumas Ambrol, Hujan Angin Picu Kerusakan Lantai Dua

-Kondisi paska ambrolnya eternit lantai dua KUA Kedungbanteng, Jumat (6/3).-YUDHA IMAN/RADARMAS-

PURWOKERTO, RADARBANYUMAS.CO.ID – Eternit di lantai dua Kantor Urusan Agama (KUA) Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas ambrol setelah terdampak hujan deras disertai angin kencang beberapa hari lalu. Kerusakan tersebut terjadi pada bangunan yang diketahui dibangun pada tahun 2017.

Pantauan di lokasi pada Jumat (6/3), tim survei dari Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Banyumas datang untuk mengecek kondisi bangunan. Tim tersebut juga melakukan pendataan tingkat kerusakan sekaligus mengestimasi kebutuhan biaya perbaikan.

Penyuluh Agama Islam Fungsional KUA Kedungbanteng, Lubab Habiburrohman, S.H., M.H menjelaskan kerusakan eternit disebabkan adanya kebocoran pada bagian genteng bangunan. Air hujan yang terus masuk membuat material eternit menjadi jenuh air hingga akhirnya tidak mampu menahan beban.

Kondisi tersebut semakin diperparah oleh hujan deras yang disertai angin kencang dua hari sebelumnya. Akibatnya, eternit berbahan kalsiboard yang sudah lembap dan rapuh akhirnya ambrol.

BACA JUGA:Jembatan Panaraban Ambrol Dihantam Banjir, Akses ke Dieng Lumpuh Total

"Eternit yang ambrol di ruang Penyuluh Agama Islam dan mushola. Lainnya aman," katanya saat ditemui Radarmas, Jumat (6/3). Ia memastikan sebagian besar ruangan lain masih dalam kondisi aman untuk digunakan.

Lubab menjelaskan meskipun sebagian ruangan tidak mengalami kerusakan, beberapa titik di lantai dua tetap perlu mendapatkan perhatian. Hal tersebut terutama pada ruang bimbingan manasik haji dan gudang arsip yang terlihat mengalami rembesan air.

Menurutnya, rembesan air hujan tersebut perlu segera dicek untuk mengantisipasi kerusakan yang lebih parah. Pemeriksaan juga penting dilakukan agar tidak terjadi ambrol susulan pada bagian lain bangunan.

Beruntung, peristiwa ambrolnya eternit tersebut tidak sampai menimbulkan korban. Saat kejadian, tidak ada pegawai yang berada tepat di bawah bagian eternit yang runtuh.

BACA JUGA:19 Desa di 7 Kecamatan Purbalingga Terdampak Hujan Deras dan Angin Kencang, Puluhan Rumah Rusak

"Gedung dibangun tahun 2017 wajar kalau saatnya ada perbaikan," terang dia. Ia menilai perbaikan bangunan memang perlu dilakukan secara berkala untuk menjaga keamanan fasilitas pelayanan.

Saat disinggung mengenai waktu dimulainya proses perbaikan, Lubab mengaku belum dapat memastikan jadwalnya. Hal tersebut karena kewenangan perbaikan berada di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas.

Ia berharap setelah tim survei melakukan pengecekan langsung, proses perbaikan dapat segera dilakukan. Dengan begitu, kondisi bangunan bisa kembali aman untuk menunjang aktivitas pegawai.

Lubab juga memastikan kerusakan tersebut tidak mengganggu pelayanan kepada masyarakat. Pelayanan pernikahan tetap berjalan normal karena balai nikah berada di lantai satu gedung.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait