Banner v.2

Angka Prevalensi Stunting di Banyumas 14,33 Persen, Metode Pendataan Berbeda Tiap Tahun

Angka Prevalensi Stunting di Banyumas 14,33 Persen, Metode Pendataan Berbeda Tiap Tahun

Aktivitas pelayanan di salah satu posyandu wilayah Purwokerto.-YUDHA IMAN/RADARMAS-

PURWOKERTO, RADARBANYUMAS.CO.ID - Angka prevalensi stunting atau gangguan pertumbuhan kronis pada anak di Kabupaten Banyumas tahun 2025 tercatat 14,33 persen. Data tersebut mengacu pada sistem pencatatan berbasis penimbangan rutin di fasilitas layanan kesehatan.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kabupaten Banyumas, Anton Ari Wibowo, SKM, M.Kes mengatakan angka stunting tahun lalu mengacu pada data Elektronik Pelaporan dan Pencatatan Gizi Berbasis Masyarakat (ePPGBM). Berbeda dengan tahun 2024, angka stunting di Kabupaten Banyumas diperoleh berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI).

"Karena tahun lalu tidak ada SSGI, angka stunting mengacu pada ePPGBM," katanya.

Anton menjelaskan angka stunting tahun 2024 dan tahun 2025 tidak dapat dibandingkan secara langsung. Hal itu karena keduanya berasal dari metode pengolahan data yang berbeda.

BACA JUGA:Stunting Banjarnegara Masih 20,6 Persen, Masuk 10 Besar Tertinggi di Jateng

Menurutnya, ePPGBM mengolah data riil hasil penimbangan balita di setiap puskesmas setiap bulan. Sistem ini tidak menggunakan metode survei seperti SSGI.


Angka Stunting 2024 dan 2025.-RADARMAS-

"Data penimbangan balita diinput dalam Sistem Informasi Gizi dan Keluarga (Si Gizi Kesga) melalui akun puskesmas," terang dia.

Ia melanjutkan, jika angka stunting Banyumas tahun 2025 sebesar 14,33 persen berdasarkan ePPGBM, maka pada tahun 2024 menurut SSGI tercatat 19,6 persen. Capaian 2024 tersebut sudah di bawah angka stunting nasional sebesar 19,8 persen, namun masih di atas angka provinsi yang berada di 17 persen.

"Untuk jumlah balita stunted berdasarkan penimbangan di posyandu yang dipantau setiap bulan, dari 93.613 balita terdapat 13.417 balita stunted," pungkas Ari.***

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: