6.452 Pencari Kerja di Cilacap Masih Nganggur
Ilustrasi pekerja sedang bersiap untuk memasuki lokasi kerja di area kawasan Industri di Cilacap.-JULIUS/RADARMAS-
CILACAP, RADARBANYUMAS.CO.ID - Sepanjang Januari hingga Desember 2025, sebanyak 6.452 pencari kerja di Kabupaten Cilacap belum terserap ke dunia kerja.
Data Dinas Ketenagakerjaan dan Perindustrian Kabupaten Cilacap mencatat, total pencari kerja yang terdaftar selama 2025 mencapai 17.436 orang, sementara lowongan kerja yang tersedia hanya 10.984 posisi.
Dari jumlah lowongan tersebut, seluruhnya telah terisi dengan rincian 3.852 laki-laki dan 7.132 perempuan. Artinya, masih terdapat selisih cukup besar antara jumlah pencari kerja dan ketersediaan lapangan kerja.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Perindustrian Kabupaten Cilacap, Farid Rijanto mengatakan, kondisi ini menjadi perhatian pemerintah daerah.
BACA JUGA:UMKM Cilacap Serap 71 Ribu Tenaga Kerja, Mayoritas dari Sektor Produksi
Menurutnya, pemerintah terus berupaya menekan angka pengangguran dengan memperluas akses informasi lowongan serta meningkatkan kompetensi pencari kerja melalui pelatihan.
"Kami berupaya agar pencari kerja memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan industri," katanya, Selasa (24/2/2026).
Berdasarkan jenis penempatan, sebanyak 3.941 orang terserap melalui skema Antar Kerja Lokal (AKL), terdiri atas 1.901 laki-laki dan 2.040 perempuan.
Sementara penempatan melalui skema Antar Kerja Antar Negara (AKAN) mencapai 7.043 orang, dengan rincian 1.951 laki-laki dan 5.092 perempuan.
BACA JUGA:Cilacap Citimall Segera Dibangun, Masyarakat Diminta Waspada Hoaks Perekrutan Tenaga Kerja
"Data tersebut menunjukkan penempatan tenaga kerja luar negeri masih mendominasi dibandingkan penempatan di dalam daerah," lanjut Farid.
Meski masih terdapat ribuan pencari kerja yang belum terserap, tingkat pengangguran terbuka (TPT) Kabupaten Cilacap pada 2025 tercatat turun menjadi 7,40 persen.
"Kami akan terus mendorong pembukaan lapangan kerja baru, termasuk melalui penguatan sektor formal dan dukungan terhadap pelaku usaha di daerah," pungkas Farid.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
