Kunjungan Pelajar ke Museum Wayang Banyumas Meningkat, Sekolah Manfaatkan Waktu Jelang Ramadan
Siswa memperhatikan koleksi Museum Wayang Banyumas dalam rangka outing class, Selasa (10/2).-FIJRI RAHMAWATI/RADARMAS-
BANYUMAS, RADARBANYUMAS.CO.ID – Kunjungan siswa sekolah dari wilayah Banyumas dan kabupaten sekitarnya ke Museum Wayang Banyumas mulai mengalami peningkatan sejak awal Februari. Aktivitas tersebut didominasi agenda outing class dari berbagai jenjang pendidikan.
Staf Pengelola Museum Wayang Banyumas Gilang Eka mengatakan, sekolah-sekolah memanfaatkan waktu sebelum Ramadan untuk menyelesaikan kegiatan pembelajaran di luar kelas. outing class dijadwalkan lebih awal agar kegiatan sekolah saat bulan puasa bisa berjalan lebih fokus.
“Sekolah menyelesaikan kegiatan outing class sebelum bulan Ramadan,” kata Gilang Eka, Selasa (10/2). Menurutnya, periode ini dinilai paling efektif untuk kunjungan edukatif.
Siswa pendidikan usia dini, sekolah dasar, hingga sekolah menengah pertama menjadi kelompok yang paling banyak berkunjung. Pembelajaran di luar kelas dimaksimalkan agar siswa memperoleh pengalaman langsung sebelum memasuki masa puasa.
BACA JUGA:Film Animasi Museum Wayang Banyumas Tidak Dipublikasikan untuk Umum
Selain faktor Ramadan, adanya libur hari besar keagamaan juga memengaruhi jadwal kunjungan. Sekolah menilai masa libur kurang efektif untuk kegiatan edukasi luar ruang.
Oleh karena itu, outing class ke Museum Wayang Banyumas banyak dijadwalkan pada pekan-pekan menjelang Ramadan. Pola tersebut terlihat dari lonjakan jumlah rombongan sejak awal Februari.
“Dari awal Februari ini ada peningkatan kunjungan ke museum,” sambung Gilang. Peningkatan tersebut terjadi hampir setiap hari kerja.
Outing class menjadi sarana bagi siswa untuk memahami materi pelajaran secara kontekstual. Pembelajaran tidak hanya dilakukan secara teori, tetapi juga melalui pengalaman langsung.
BACA JUGA:Perubahan Kurikulum Pendidikan Pengaruhi Kunjungan ke Museum Wayang Banyumas
Museum Wayang Banyumas masih menjadi tujuan favorit lembaga pendidikan. Selain mengenal budaya Banyumasan, siswa juga mempelajari nilai-nilai pewayangan secara langsung. ***
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

