Banner v.2

63 Ribu KIS APBN di Banyumas Nonaktif, Warga Ramai Datangi Kelurahan

63 Ribu KIS APBN di Banyumas Nonaktif, Warga Ramai Datangi Kelurahan

Operator SIKS-NG Kelurahan Bantarsoka melayani warga yang mengurus reaktivasi KIS, Kamis (5/2).-YUDHA IMAN/RADARMAS-

PURWOKERTO, RADARBANYUMAS.CO.ID – Sebanyak 63 ribu lebih Kartu Indonesia Sehat (KIS) APBN di Kabupaten Banyumas tercatat dalam kondisi nonaktif. Dampaknya, warga berbondong-bondong mendatangi kantor kelurahan untuk meminta reaktivasi kepesertaan jaminan kesehatan tersebut.

Sekretaris Kelurahan Bantarsoka, Moh. Ari Yulianto, mengatakan pada Kamis (5/2), sejak pagi banyak warga datang ke kelurahan untuk mengurus KIS yang tidak aktif. Informasi awal dari dinas teknis menyebutkan sekitar 18 ribu KIS dinonaktifkan, meski data terbaru menunjukkan jumlahnya jauh lebih besar.

KIS APBN justru yang banyak dinonaktifkan. Mereka banyak yang mencoba beralih ke KIS APBD,” kata Ari kepada Radarmas.

Menurutnya, warga memilih beralih karena proses reaktivasi KIS APBN melalui Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG) dinilai memakan waktu lama. Sistem ini bersifat internal dan hanya dapat diakses operator resmi Dinas Sosial serta desa dan kelurahan dengan kredensial khusus dari Kementerian Sosial RI.

BACA JUGA:Peran APBN dan Penanganan Bencana di Indonesia

Sementara itu, Kepala Bidang Linjamsos Dinas Sosial Kabupaten Banyumas, Joko Siswoyo, membenarkan lonjakan warga yang mengurus reaktivasi KIS APBN. Ia menegaskan, jumlah KIS APBN nonaktif di Banyumas mencapai lebih dari 63 ribu kepesertaan, bukan 18 ribu seperti informasi awal.

“Saat ini sedang proses reaktivasi KIS APBN, untuk jumlah pastinya masih berjalan. Kami juga sedang melakukan bimbingan teknis kepada operator desa dan kelurahan,” pungkasnya. ***

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: